ETIKA BISNIS ISLAM DALAM PANDANGAN FILSAFAT ILMU (Telaah Atas Pemikiran Etika Immanuel Kant)

Main Article Content

Fauzan Fauzan

Abstract

Mempertahankan produktivitas dalam rangka meraih keuntungan yang besar, tidak boleh merugikan pihak lain. Dengan tetap mengakui peranan sentral dari sudut pandang ekonomis dalam bisnis, perlu diperhatikan pula adanya sudut pandang lain yang tidak boleh diabaikan, yaitu sudut pandang moral. Metode penelitian adalah kualitatif eksploratif pustaka. Jenis data yang digunakan untuk menyusun tulisan ini berasal dari data sekunder (secondary data) yang diperoleh melalui penelusuran berbagai kepustakaan yang relevan. Selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif. Banyak kasus-kasus yang terjadi, karena terobsesi dengan mengejar keuntungan yang besar inilah, kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana. Jadi, ada batasnya juga dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Tidak semua yang bisa dilakukan dalam aktivitas ekonomis untuk mengejar tujuan (mencari keuntungan) boleh dilakukan juga. Kita harus menghormati kepentingan dan hak orang lain, pun begitu juga dengan begitu kita dirugikan. Artinya, menghormati kepentingan dan hak orang lain harus dilakukan juga demi kepentingan bisnis itu sendiri. Sehingga dalam setiap aktifitas selalu ada kendala etis bagi perilaku kita, termasuk juga perilaku ekonomis. Jadi, bisnis yang baik (good business)  bukan saja bisnis yang yang menguntungkan. Bisnis yang baik adalah juga bisnis yang baik secara moral

Article Details

How to Cite
Fauzan, F. (2012). ETIKA BISNIS ISLAM DALAM PANDANGAN FILSAFAT ILMU (Telaah Atas Pemikiran Etika Immanuel Kant). Jurnal Ekonomi Modernisasi, 8(2), 90-117. Retrieved from http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JEKO/article/view/209
Section
Articles