Visi Baru Konselor Sekolah dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan di Sekolah dan Madrasah

  • Ardimen Ardimen Jurusan BK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar, Sumatera Barat
Keywords: New Vision, School Counselor, Education Services

Abstract

This study aims to describe the new vision of school counselors in order to improve the quality of education services. This study uses library research methods by reviewing reference books, scientific journals, documents, magazines, legislation and the results of similar studies accessed through an open journal system via internet search. The data collected was analyzed by using conten analysis techniques to obtain theories or concepts in answering the problem of this research. The results of the study show that the implementation of a new vision of school counselors can improve the quality of education services in schools and madrasah. To that end, the performance of the school counselor is no longer positioned in the relief effort to overcome the problem of students, but the counselor carries out counseling to help students who are undergoing the process of self-development in order to achieve optimal development, independence and happiness in living life. Among the new visions of the school counselor are; (1) academic focus/ student achievement, (2) building based on student strengths, (3) counselors as program leaders, planners and developers, (4) focusing on academic counseling, learning and achievement, and supporting student success, (5) counseling is an integral part of the education system, (6) counseling services focus on mission and role identification, (7) using data to influence change, etc.

References

Ardimen, A. (2016). Counseling Services Based Research to Improve the Quality of Learning Through Counseling. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 6(2), 164–171.

Ardimen, A. (2017). Rekonstruksi Kinerja Pendidik Melalui Pembelajaran dan Pelayanan Konseling Berbasis Riset. In Proceeding Batusangkar International Conference I (Vol. 1, pp. 165–180).

Busmayaril, B., & Heldayani, H. (2016). Persepsi Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Atas Negeri I Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Tahun Pelajaran 2015/2016. KONSELI: Jurnal Bimbingan Dan Konseling (E-Journal), 3(1), 11–18.

Dahlan, M. D. (1988). Posisi Bimbingan dan Penyuluhan Pendidikan dalam Kerangka Ilmu Pendidikan. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Pendidikan pada FIP IKIP Bandung, tanggal 9 April 1988.

Dahlan, Z. (2017). Peningkatan Kualitas Kompetensi Guru BK Sebagai Konselor di Sekolah dalam Menghadapi Tantangan Global. Al-Irsyad, 8(1), 8–17.

Depdikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Depdikbud.

Gladding, S. T. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. (alih bahasa: P.M Winarno), Edisi Keenam. Jakarta: Indeks.

Gumilang, G. S. (2016a). Evaluasi Keterampilan Komunikasi Interpersonal Antara Konselor Dengan Siswa, Staf Sekolah, dan Orangtua SMKN di Kota Malang. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 1(2), 76–82.

Gumilang, G. S. (2016b). Penajaman Karakteristik Pribadi Konselor pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling. In Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 “Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.”

Harahap, N. (2014). Penelitian Kepustakaan. Iqra’: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi, 8(1), 68–74.

Mustadi, A. (2018). Reformasi Sekolah melalui Learning Community based Lesson Study (LCLS) di Sekolah Dasar. Inopendas, 1(1), 9–15.

Permendiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Permendiknas. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Prayitno. (2015). Konseling Integritas (Pola Konseling Indonesia). Yogyakarta: Paramitra Publishing.

Rakhmawati, D. (2017). Konselor Sekolah Abad 21: Tantangan dan Peluang. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 3(1), 58–63.

Rini, D. S., Justitia, D., & Setiawaty, R. D. (2016). Kompetensi Kepribadian Guru BK (Survei pada Guru Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Pertama dan Sederajat se-Kecamatan Citeureup). Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 153–159.

Wibowo, M. E. (2017). Profesi Konselor dalam Kurikulum 2013 dan Permasalahannya. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 1(2), 63–85.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2006). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Published
2018-11-05
How to Cite
Ardimen, A. (2018). Visi Baru Konselor Sekolah dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan di Sekolah dan Madrasah. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 4(1), 22-29. https://doi.org/10.21067/jki.v4i1.2733