Pemodelan Spasial Bencana Tsunami Dengan Skenario Multi Ketinggian Genangan: Studi Kasus Desa Girijati, Gunungkidul

Authors

  • Nabila Putri Maharani Geografi , Universitas Negeri Jakarta
  • Izzulhaq Ramadan Geografi, Universitas Negeri Jakarta
  • Leani Kristin
  • Dwi Septi Rosmala Devi
  • Afdalul Roihan
  • Bayu Muhammad Nabiil Makarim
  • Tri Wandi Januar

DOI:

https://doi.org/10.21067/jpig.v11i1.12468

Keywords:

Pemodelan tsunami, genangan, Hloss, Gunung kidul, Kerentanan spasial, Tsunami, Pemodelan Spasial, Genangan

Abstract

Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Desa Girijati, Kabupaten Gunungkidul, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan informasi spasial yang menggambarkan potensi sebaran genangan tsunami berdasarkan variasi ketinggian gelombang sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran genangan tsunami menggunakan skenario multi ketinggian gelombang serta menganalisis pengaruh topografi dan penggunaan lahan terhadap pola genangan. Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan pendekatan Hloss yang mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami 4 m, 6 m, dan 12 m, koefisien kekasaran permukaan, serta kemiringan lereng. Data diperoleh dari citra Sentinel-2, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan, dan survei lapangan untuk validasi elevasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan tsunami 4 meter terbatas di zona pesisir, skenario 6 meter mulai menggenangi area permukiman dan lembah, sedangkan skenario 12 meter berdampak luas hingga mencakup hampir seluruh wilayah pesisir. Topografi karst berperan penting dalam membatasi dan mengarahkan sebaran genangan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan mitigasi berbasis spasial dan penataan ruang adaptif terhadap risiko tsunami.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 07 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Data dan Informasi Bencana Indonesia. BNPB

BNPB. (2018). Modul Teknis Penyusunan Kajian Risiko Bencana Tsunami. Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 1–95.

Budiman, M. J., & Syafiudin, M. F. (2024). Pemetaan Kerentanan Bahaya Tsunami dengan Pemodelan Inundansi (Studi Kasus: Kabupaten Bantul). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 9(2), 157-166. https://doi.org/10.29244/jsil.9.2.157-166

Cahyadi, A., Yananto, A., & Hidayat, F. N. (2017). Tipologi Pesisir Kawasan Karst Kabupaten Wonogiri.

Dewi, M. K., & Iskandar, D. A. (2021). Ketangguhan Wilayah Pesisir Selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Bahaya Bencana Tsunami. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, 1(1), 1-13.

Fatchurohman, H., Cahyadi, A., Adji, T. N., & Riyanto, I. A. (2023). An Example of Karst Features Identification Using High-Resolution Aerial Photograph for Environmental Management at Pindul Cave Area, Gunung Sewu Karst, Indonesia. Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-122-7_15

Humam, K. (2015). Pemetaan Jalur Evakuasi Tsunami Berdasarkan Skenario Ketinggian Gelombang Tsunami Di Sebagian Wilayah Pesisir Kota Banda Aceh.

Isdianto, A., Kurniasari, D., Subagiyo, A., Haykal, M. F., & Supriyadi. (2021). Pemetaan kerentanan tsunami untuk mendukung ketahanan wilayah pesisir. Jurnal Permukiman, 16(2), 90–100.

Mustafa, M. A., & Yudhicara, Y. (2016). Karakteristik pantai dan resiko tsunami di kawasan Pantai Selatan Yogyakarta. Jurnal Geologi Kelautan, 5(3).

Marfai, M. A., Cahyadi, A., & Anggraini, D. F. (2013, December). Tipologi, Dinamika dan Potensi Bencana di Pesisir Kawasan Karst Kabupaten Gunungkidul. In Forum Geografi (Vol. 27, No. 2, pp. 151-162).

Rumambi J. Freddy. (2024). Bencana Tsunami dan Dampaknya terhadap Lingkungan di Indonesia (Zulfa, Ed.; 1st ed.). Haura Utama.

Suri, S. A., & Syafiudin, M. F. (2024). Analisis Dampak Bencana Tsunami dan Perencanaan Jalur Evakuasi (Studi Kasus: Kabupaten Sukabumi). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 9(1), 11-20.

Syafitri, Y., Bahtiar, B., & Didik, L. A. (2019). Analisis pergeseran lempeng bumi yang meningkatkan potensi terjadinya gempa bumi di pulau Lombok. Konstan-Jurnal Fisika Dan Pendidikan Fisika, 4(2), 139-146.

Usman, F. (2019). Predicting the Vulnerable Area of Tsunami Hazard Using CADMAS Surf 3D Case Study: Kolaka City, Southern Sulawesi, Indonesia. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 620(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/620/1/012028

Downloads

Published

2026-04-13

How to Cite

Nabila Putri Maharani, Izzulhaq Ramadan, Leani Kristin, Dwi Septi Rosmala Devi, Afdalul Roihan, Bayu Muhammad Nabiil Makarim, & Tri Wandi Januar. (2026). Pemodelan Spasial Bencana Tsunami Dengan Skenario Multi Ketinggian Genangan: Studi Kasus Desa Girijati, Gunungkidul. JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 11(1), 79–92. https://doi.org/10.21067/jpig.v11i1.12468

Issue

Section

Articles