Analisis Spasial Sebaran Penderita HIV Berbasis SIG di Kabupaten Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.21067/jpig.v11i1.13293Keywords:
Sistem Informasi Geografis, Kesehatan, Human Immunodefiency Virus, Voluntary Counseling and Testing, HIV, Sistem Informasi Geografis (SIG), Kesehatan, Tes VCT (Voluntary Counseling and Testing)Abstract
This study aims to map the spatial distribution of Human Immunodeficiency Virus (HIV) cases in Banyumas Regency using Voluntary Counseling and Testing (VCT). HIV is a virus that attacks the human immune system and remains a major public health problem. Data from the Banyumas District Health Office indicate fluctuations in the number of HIV cases, highlighting the need for spatially based mapping to support more effective control efforts. The methods used include primary data collection from VCT test results and secondary data in the form of epidemiological HIV data in Banyumas Regency for the period 2019–2023. Data were analyzed using Geographic Information Systems (GIS) with QGIS software through a classification process that categorized HIV cases into low, medium, and high classes. The results show that HIV cases are distributed across all sub-districts in Banyumas Regency, with fluctuations in case numbers and a notable increase in 2022 compared to previous years. The HIV distribution mapping provides thematic maps identifying areas with varying levels of HIV cases. These results are expected to support local governments and health institutions in determining priority intervention areas and formulating more targeted, data- based HIV prevention and control strategies in Banyumas Regency.
References
Aminah, D. (2020). Studi Literatur: Asuhan Keperawatan Pada Pasien HIV/AIDS dengan Masalah Keperawatan Defisiensi Pengetahuan Tentang Infeksi Oportunistik [Tesis doktoral, Universitas Muhammadiyah Ponorogo].
Asyari, D. P., Wahyuni, A., & Harmen, E. L. (2024). Stigma Sosial dan Dampaknya pada Akses Layanan Kesehatan bagi Penderita HIV/AIDS Di Indonesia. Applicare Journal, 1(4), 50-56.
Aurelina, R. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kadar cluster of differentiation
4 (CD4) pada pasien HIV/AIDS. Jurnal Medika Hutama, 2(1). Retrieved from http://jurnalmedikahutama.com
Direktur Jenderal P2P. (2017). Program Pengendalian HIV AID dan PIMS Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Epidemiolog UNAIR Tanggapi Meningkatnya Kasus HIV di Indonesia. (2023, Mei 23). UNAIR NEWS. https://unair.ac.id/epidemiolog-unair-tanggapi- meningkatnya-kasus- hiv-di-indonesia/
Fatihatunnida, R., & Nurfita, D. (2018). Hubungan antara Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan tingkat ekonomi dengan kepatuhan pengobatan antiretroviral pada penderita HIV/AIDS di Yayasan Matahati Pangandaran. AIDS di Yayasan Matahati Pangandaran, 429, 1-12.
Fiana, A. L., Ismail, A., Maullasari, S., & Rohman, I. A. (2021). Layanan Informasi melalui Voluntary Counseling and Testing pada Kelompok Resiko Tinggi (Analisis Bimbingan Konseling Islam). Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling, 5(1), 122- 140.
Handayani, S. D., Arum, S. N. S., & Setiyawa, N. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Desa Penyak Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2017 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Handitya, B., & Sacipto, R. (2019). Penanggulangan dan pencegahan hiv dan aids Secara terintegrasi, tepat, kolaboratif dan berkesinambungan (tetep kober) Di kabupaten semarang. ADIL Indonesia Journal, 1(1).
Jaya, M. N. (2023). Edukasi Anti Hiv-Aids Bagi Remaja Melalui Iklan Layanan Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan perkembangan HIV/AIDS di
Indonesia. Kemenkes RI.
Khairunisa, N. S., & Sihaloho, E. D. (2019). Determinan Pembangunan Daerah dan Angka HIV/AIDS di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 19(1), 43-58.
Khairunisa, S. Q., Maharani, A. T., Utomo, B., Yuana, D. B. M., Hidayati, A. N., Nasronudin, N., & Amarullah, I. H. (2023). Characterization of spatial and temporal transmission of HIV infection in Surabaya, Indonesia: Geographic information system (GIS) cluster detection analysis (2016– 2020). Heliyon, 9, e19528. Available online 25 August
2023. http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/
Lareina, A., & Rahman, F. S. (2025). Analisis Spasial Persebaran Kepadatan Penduduk, Usia Produktif, dan Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik Tahun 2021-2023. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 16(2), 94–101. https://doi.org/10.51888/phj.v16i2.368
Mahathir, N., & Kom, M. K. S. K. (2023). Dukungan Perawat dan Pemberdayaan Kader Pendamping Pasien HIV. CV. Mitra Edukasi Negeri.
Nandasari, F., & Hendrati, L. Y. (2020). Identifikasi perilaku seksual dan kejadian HIV (Human Immunodeficiency Virus) pada sopir angkutan umum di Kabupaten Sidoarjo. Identification of Sexual Behavior and HIV Incidence on Public Transportation Drivers in Sidoarjo. Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga.
Ni Nyoman, S. (2019). Similarity Pengaruh Stigma Terhadap Keikutsertaan Ibu Hamil Dalam Voluntary Counseling Testing (VCT) di Puskesmas Sawan I Tahun 2013.
Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. 2015. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 14 Taun 2015 Tentang Pennaggulangan Human Immumodeficiency Virus (HIV) dan Acquiried Immumodeficiency Virus (AIDS). Jawa Tengah.
Pratidina, E., & Tambunan, I. (2025). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) Dalam Pencegahan Penyakit HIV/AIDS. Jurnal Ners, 9(2), 1429-1435.
Putra, N. T., & Kurniabudi. (2024). Implementasi Sistem Informasi Geografis lokasi pertambangan batu bara menggunakan Quantum GIS. Manajemen Sistem Informasi, 9(1), 105.
Putri, A., & Prafita, D. (2018). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Anggota Lsm Hiv-Aids Tentang Deteksi Dini Dan Tatalaksana Kutil Kelamin Di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Majalah Kesehatan, 5(4), 238-244.
Putri, N. H., & Sari, R. P. (2021). Efektivitas Program Warga Peduli AIDS (WPA) Dalam Penanggulangan Hiv/Aids Di Kota Surakarta. Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan, 2(2), 109-118.
Rahakbauw, N. (2018). Dukungan keluarga terhadap kelangsungan hidup ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).
Ripnowati, D., Hartati, C. S., & Putro, G. (2019). Manajemen Pelayanan Penanggulangan HIV/AIDS Dalam Upaya Screening Di Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Manajerial Bisnis, 2(03), 230-243.
Rokhmah, D. (2014). Implikasi mobilitas penduduk dan gaya hidup seksual terhadap penularan HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 183-190.
Rosa, D. R. E. M., & Kep, M. (2019). Surveillance Infeksi Di Rumah Sakit Konsep dan Implementasi. Yogyakarta: Program Studi Manajemen Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Penerbit Elmatera.
Sari, S. S. (2021). Kajian Input Konseling HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) Di Puskesmas Teladan Medan [Tesis doktoral, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan].
Syafaruddin, M. (2024, 13 Maret). BKKBN Sebut Hubungan Seksual di Luar Nikah Meningkat dan Perlu Diwaspadai. Suara Surabaya. https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2024/bkkbn-sebut-hubungan- seksual-di- luar-nikah-meningkat-dan-perlu-diwaspadai/

