Pengaruh penambahan level ekstrak bawang merah (allium cepa liliaceae) terhadap kualitas semen cair kambing peranakan etawa (pe) dengan menggunakan pengencer ringer’s dextrose

Main Article Content

Aswin Kurniawan
Enike Dwi Kusumawati
Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih

Abstract

Abstrak


 


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan level ekstrak bawang merah terhadap kualitas semen cair kambing peranakan ettawa (PE) dengan menggunakan pengencer ringer’s dextrose. Materi yang digunakan adalah semen segar kamping peranakan ettawa (PE), Ringer's Dextrose, dan ekstrak bawang merah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan analisis statistik RAL (Rancangan Acak Lengkap). Pada penentuan tingkat ekstrak bawang dalam Dextrosperlich Ringer penguat adalah suhu ruang penyimpanan, hasil terbaik yang diketahui pada motilitas individu (P <0,01) adalah tambahan 2% sebanyak 71,87 ± 2,5. Dalam menentukan tingkat Ekstraksi ekstrak bawang Ringer Dextrose room temperature, hasil terbaik yang diketahui dalam survival (P <0,01) adalah penambahan 2% sebanyak 90,63 ± 0,97. Pengaruh kadar ekstrak bawang dalam pengencerRinger's Dextrose juga memberikan kelainan (P <0,05) di samping 2% sebanyak 0,61 ± 0,18. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak bawang bombay pada diluent Ringer's Dextrose memberikan pengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai lama penyimpanan untuk mengetahui bagaimana ekstrak bawang bisa dapat mempertahankan kehidupan spermatozoa.


 


Abstract


 


The purpose of this research was to know and study the influence of level of different onion extract in diluent Ringer’s Dextrose to the quality of goat Ettawa cross breed’s semen room temperature storage. The material which was used is fresh semen Ettawa cross breed’s, Ringer’s Dextrose, Onion extract. The research method which is used is experimental by using statistical analysis of RAL (Complete Random Design). On the determination of the level of onion extract in a diluent Ringer’s Dextrose which is store room temperature, best results were known on motility of individuals (P<0,01) is in addition of 2% as much as 71.87±2.5.In determining the level of onion extract dilution Ringer Dextrose room temperature, the best results are known in survival ( P < 0.01 ) was the addition of 2 % as much as 90.63 ± 0.97. The influence of level of onion extract in diluentsRinger’s Dextrose is also giving abnormality (P<0,05) in addition of 2% as much as 0.61±0.18.The conclusion of this research is the addition of onion extract in diluent Ringer’s Dextrose give the real influence to motility, viability. It needs further research concerning the length of storage in order to find out how onion extract could sustain the life of spermatozoa.


 

Article Details

How to Cite
Kurniawan, A., Kusumawati, E. D., & Krisnaningsih, A. T. N. (2018). Pengaruh penambahan level ekstrak bawang merah (allium cepa liliaceae) terhadap kualitas semen cair kambing peranakan etawa (pe) dengan menggunakan pengencer ringer’s dextrose. Jurnal Sains Peternakan, 6(1), 15–24. https://doi.org/10.21067/jsp.v6i01.2770
Section
Articles

References

Aboagla EM-E, and Terada T. 2004. Effect Of Supplementation Of Trehalosa Extender Containing Egg Yolk With Sodium Dodecyl Sulfate On The Frezability Of Goat Spermatozoa. Theriogenology 62: 809-818.

Aminasari, P. D. 2009. Pengaruh Umur Pejantan Terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Limousin. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang.

Badan Litbang Pertanian. 2011. Kambing Peranakan Etawah Sumberdaya Ternak Penuh Berkah. Edisi 19-25 Oktober. No.3427 Tahun XLII.

Budi. S dan Bambang. 2005. Bawang Merah, Intensifikasi Budidaya, Kanisius. Yogyakarta

Darnell J, Lodish H, and Baltimore D. 1990. Moleculer Cell Biology. Ed ke-2 e. Anim Sci Books. Pp. 491 – 527.

Danang, D. R., N. Isnaini dan P. Trisunuwati. 2012. Pengaruh Lama Simpan Semen Terhadap Kualitas Spermatozoa Ayam Kampung Dalam Pengencer Ringer’s Pada Suhu 4o C. J. Ternak Tropika.13 (1): 47-57.

Ditjen Peternakan. 2013. Populasi Kambing Di Indonesia 2009-2013. Badan Pusat Statistik.

Garner, D.L. and E.S.E. Hafez. 2008. Spermatozoa and Plasma Semen.In Reproduction in Farm Animal. Hafez E.S.E. and B. Hafez (eds.). Lippincott & Williams. Baltimore, Marryland, USA.

Husin, N., T. Suteky dan K. Solihati. 2008. Uji Kualitas Semen Kambing Nubian dan Peranakannya (Kambing Nubian X PE) serta Kambing Boer Berdasarkan Lama Penyimpanan. J. Sain Peternakan Indonesia. 2 (2): 57-65.

Indriani, T. Susilawati dan S. Wahyuningsih, 2013. Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin yang Dipreservasi dengan Metode Water Jacket dan Free Water Jacket. J. Veteriner. 14. 3: 379-386.

Jamshid, G.G. 2012. Androgenic Effect of Onion (Allium Cepa. Linn) Aqueous Extract on Sperms Quantity and Viability Compared with Zn Sulfate Supplementation in the Rats. Asian J.Exp.Biol.Sci 3(3) 2012: 506-509.

Jones RC, and Martin ICA. 1973. The Effects Of Dilution, Eggyolk And Cooling To 5oc On The Ultrastructure Of Ram Spermatozoa.

Khaki,, F. Fathiazad, M. Nouri, A Khaki, Navid, A. and Maleki. 2010. Beneficial Effects Of Quercetin On Sperm Parameters In Streptozotocin-Induced Diabetic Male Rats. Article first Published Online. 24 (9): 1285–1291.

Kelso, Redpath KAA, Noble RC, and Speake BK. 1997. Lipid and antioxidant changes in spermatozoa and seminal plasma throughout the reproductive period of bull. J Repro Fert.109 : 1 – 9.

Koo. H.M and S. Mohamed.2001. Flavonoid (Myricetin, Quercetin, Kaempferol, Luteolin, andApigenin). Content of Edible Tropical Plants.49 (6): 3106-12.

Kusno, U. 2002. Efektifitas Berbagai Dosis A- Tokoferol Dan Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Motilitas Dan Integritas Membran Plasma Semen Cair Domba Garut. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Leboeuf, B., B. Restall and S. Salamon. 2000. Production And Storage Of Goat Semen For Artificial Insemination. Anim. Reprod. Sci. 62: 113-141.

Noprida H, T. Suteky, dan Kususiyah. 2007. Uji Kualitas Semen Kambing Nubian dan Peranakannya (Kambing Nubian X PE) serta Kambing Boer Berdasarkan Lama Penyimpanan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 2 (2) : 59-66.

Pamungkas. W.R., L.G.S. Astiti, T. Panjaitan, A. Muzani dan N. Agustini. 2009. Beternak Kambing Intensif. Juknis. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian.2008. Persyaratan Teknis Minimal Benih Dan Bibit Ternak. Nomor : 07/Permentan/OT.140/1/2008. Tanggal : 30 Januari 2008.

Prabowo Agung. 2010. Budidaya Ternak Kambing (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH).Report No. 51. STE. Final. BPTP Sumatera Selatan.

Putranti, O. D., Kustono dan Ismaya. 2010. Pengaruh Penambahan Crude Tannin Pada Sperma Cair Kambing Peranakan Ettawa yang Disimpan Selama 14 Hari Terhadap Viabilitas Spermatozoa. Buletin Peternakan 34(1): 1-7.

Rachmawati A, Sumitro B, dan Susilawati T, 2002. Induksi Reaksi Akrosom Spermatozoa Kambing Dan Sapi Dengan Bovine Zona Pellucida 3 (bZP3). Tesis. Fakultas MIPA. Universitas Brawijaya

Resi A.W dan A. Sugrani.2009. Flavonoid (Quercetin). Universitas Hasanudin. Makassar.

Ridwan.2008. Pengaruh Pengencer Semen Terhadap Abnormalitas Dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Kambing Lokal Pada Penyimpanan Suhu 5ºC. J. Agroland 16 (2) : 187 – 192.

Ridwan dan Rusdin. 2008. Konservasi Semen Ayam Buras Menggunakan Berbagai Pengencer Terhadap Fertilitas Dan Periode Fertil Spermatozoa Pasca Inseminasi Buatan. J. Agroland 15 (1) : 63 – 67.

Rosida , H. Anwar, S. Hidanah, dan P.Srianto, 2013, The Quality of Etawa Goat-Breed’s Frozen Semen in Various Types of Diluent, Veterine, 6 (1) 69-74.

Rusdin dan K. Jum’at. 2000. Motilitas dan Recovery Sperma Domba dalam Berbagai Pengencer Selama Penyimpanan Pada Suhu 50C. Laporan Penelitian. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu.

Scahatten H, and Constantinescu GM. 2007. Comparative Reproductive Biology. USA: Blackwell Pub.

Souhoka, D.F., M.J. Matatula, W.M. Mesang-Nalley dan M. Rizal. 2009. Laktosa Mempertahankan Daya Hidup Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah yang Dipreservasi dengan Plasma Semen Domba Priangan. Jurnal Veteriner. 10(3): 135-142.

Susilawati, T. 2011. Spermatology. UB Press. Universitas Brawijaya. Malang.

Susilowati, S. 2008. Komplek Insulin Like Growth Faktor-I Mempengaruhi Presentase Membrane Plasma Utuh dan kadar Malondialdehid Spermatozoa. Jurnal Veteriner. Vol 9 (4): 168-175.

Sutiono, D. Suryaningsih, E.T.Setiatin dan C.M.S. Lestari, 2003, Performas Anak Berdasarkan Tipe Kelahiran Pada Kambing Peranakan Etawa. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang.

Tambing. S.N, Mozes R. Toelihere, Tuti L. Yusuf dan Sutama. I.K. 2000. Pengaruh Gliserol Dalam Pengencer Tris Terhadap Kualitas Semen Beku Kambing Peranakan Etawah. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner.5 (2): 1-8

Tambing. S.N, Muhammad. G, dan Bambang. P, 2001. Pemberdayaan teknilogi inseminasi buatan pada ternak kambing. Wartazoa. 11 (1): 1-19.

Taepongsorat L, Tangpraprutgul P, Kitana N, and Malaivijitnond S. 2008. Stimulating Effects Of Quercetin On Sperm Quality And Reproductive Organs In Adult Male Rats. Asian J Androl.;10(2):249-58.

Zribi N, Chakroun NF, Ben Abdallah F, Elleuch H, Sellami A, Gargouri J, Rebai T, Fakhfakh F, dan Keskes LA. 2012. Effect Of Freezing-Thawing Process And Quercetin On Human Sperm Survival And DNA Integrity.Cryobiology..65(3):326-31.