Keefektifan Konseling Rational Emotive Behaviour Teknik Cognitive Disputation untuk Mengurangi Tingkat Fanatisme terhadap Idola pada Siswa Penggemar K-Pop

Main Article Content

Nandita Aprilias
Bambang Dibyo Wiyono

Abstract

Behavior of K-Pop fans in grade  science 3 of  State Boarding Aliyah 2 Gresik, leads to behaviour of fanaical fans. The purpose of this research is to know the effectiveness of rational emotive behavior counseling with a pre-test post- test one group design. The instrument of this research is questionnaire of idol fanatiscm for K-Pop fans. The subject of this research is 3 K-Pop fans students from grade  science 3 who have a high level of fanatiscm, based on the pre-test result. Analysis technique that used in this research is paired sample t test. Based on calculation, obtained Asmp. Sig (2 tailed) = 0,015. According to the basic of decision,  accepted if Asmp. Sig (2 tailed) < 0,05. Because of Asmp. Sig 0, 015 < 0,05, the   accepted, and that means there is a difference between before and after of rational emotive behavior counseling implementation. So, it can be concluded that counseling rational emotive behavior with cognitive disputation technique is effective for reduce idol fanaticism of K-Pop fans students.

Article Details

How to Cite
Aprilias, N., & Wiyono, B. D. (2020). Keefektifan Konseling Rational Emotive Behaviour Teknik Cognitive Disputation untuk Mengurangi Tingkat Fanatisme terhadap Idola pada Siswa Penggemar K-Pop. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 5(1), 12-20. https://doi.org/10.21067/jki.v5i1.3434
Section
Articles

References

Eliani, J. (2018). Fanatisme dan Perilaku Agresif Verbal di Media Sosial pada Penggemar Idola K-Pop. Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 59–72.
Fitriani, N. (2016). Penerapan Teknik Dispute Cognitive Dalam REBT untuk Meningkatkan Resiliensi pada Mahasiswa ( Single Subject Research terhadap mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2014 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ) PENDAHULUAN. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5(1), 73–80.
Gafar, A. (2014). Kemampuan Menceritakan Tokoh Idola dengan Media Gambar. Jurnal Pena, 4(1), 13–23.
Khulafaurosyidin, A. F. (2013). Penerapan Konseling Rasional Emotif Perilaku untuk Mengurangi Tingkat Fanatisme terhadap Idola pada Siswa SMPN 6 Tuban Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling UNESA. Surabaya: PPs Universitas Negeri Surabaya.
Komalasari, G. (2018). Teori dan Praktik Konseling. Jakarta: PT.Indeks.
Kurniati, A., & dkk. (2015). Dampak Demam Virus Korea Terhadap Identitas Diri Remaja. Jurnal Transformasi, 11(1), 54–59.
Latipun. (2008). Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.
Marimaa, K. (2011). The many faces of fanaticism. Journal of ENDC Proceedings, 14, 29–55.
Pertiwi, S. A. (2013). Konformitas dan Fanatisme Pada Remaja Korean Wave (Penelitian pada Komunitas Super Junior Fans Club ELF “Ever Lasting Friend”) di Samarinda. Journal Psikologi, 1(2), 157–166.
Prakoso, A. S. (2013). Fanatisme Supporter Sepak Bola ditinjau dari Tingkat Pendidikan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Tartila, P. L. (2013). Fanatisme fans kpop dalam blog netizenbuzz. Jurnal Sosial Dan Hukum, 2(3), 190–250.
Winkel, W.S, dan Hastuti, S. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Yusuf, Syamsu, L. . (2014). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Yusron, Atmi Ahsani, 2009, “Fangirls”. (online), (http://www.slideshare.net/RonzzyKevin/psikologi-komunikasi-perilaku-fans, diakses pada tanggal 25 September 2018).