Kearifan lokal sebambangan dan persepsi antar generasi: Kajian Geografi Budaya Di Kecamatan Sukau
DOI:
https://doi.org/10.21067/jpig.v11i2.14484Keywords:
geografi budaya, persepsi antar generasi, praktik sebambangan, kearifan lokalAbstract
Sebambangan is a traditional marriage practice of the Pepadun and Saibatin Lampung communities carried out based on mutual agreement between the couple, while still involving family deliberation and customary leaders. As a form of local wisdom tied to the cultural landscape and geographical condition of West Lampung, the sustainability of this tradition is also shaped by the region's topography, accessibility, and intergenerational mobility patterns. This study aims to analyze intergenerational perceptions of the sebambangan practice in Sukau District, its implementation process, causal factors, and impacts, viewed from a cultural-geography perspective. A qualitative case study method was used through semi-structured interviews and documentation. Fifteen informants were purposively selected from four generational cohorts (Baby Boomers, X, Y, Z) until data saturation was reached. The results show that Baby Boomers and Generation X accept sebambangan as a reasonable cultural heritage of their time, Generation Y is selective and pragmatic, while Generation Z largely rejects the practice and prefers open marriages that are religiously and legally valid. Sebambangan persists due to mutual consent without parental approval, economic constraints, relatively isolated geographic conditions, and the mobility of younger generations. The tradition carries social, legal, and cultural implications that must be understood to keep it aligned with prevailing customary values and norms.
References
Akbar, A. (2024). Tradisi sebambangan perspektif maqashid al-syariah dan hukum positif. Annawawi, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.55252/annawawi.v4i1.40
Amalia, T. (2022). Analisis persepsi dan perilaku masyarakat terhadap keputusan menggunakan produk halal kosmetik Wardah. Jurnal Sahid Business, 1.
BPS Kabupaten Lampung Barat. (2023). Kecamatan Sukau dalam angka 2023. BPS Kabupaten Lampung Barat.
BPS Kabupaten Lampung Barat. (2024). Kecamatan Sukau dalam angka 2024. BPS Kabupaten Lampung Barat.
Chuzaimah. (2023). Adat dan kebudayaan di Indonesia pandangan sosial, pandangan antropologi dalam hukum Islam. 08(02), 291–303.
Dewi, A. K. (2022). Faktor penyebab memudarnya tradisi sebambangan pada masyarakat Lampung Saibatin Pekon Banjarmasin Kabupaten Tanggamus [Skripsi]. Universitas Lampung.
Dzulfian. (2025). Analisis perkawinan sebambangan masyarakat Lampung Saibatin Pekon Banjar Negeri Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat [Skripsi]. UIN Metro.
Fauzy, A., & Ratnawati, E. (2025). Dampak sosial media terhadap perubahan sosial di masyarakat. Jurnal Ilmiah Nasional, 10571–10581.
Hakim, A. R., & Darojat, J. (2023). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter dan identitas nasional. Jurnal Ilmu Pendidikan, 8, 1337–1346. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i3.1470
Hanifah, H., Salsabillah, L., Fitri, A. T., & Febriani, R. M. (2025). Landasan teori, penelitian relevan, kerangka berpikir dan. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(April), 391–404.
Hasan, A. M., & Dewi, S. S. (2024). Perbedaan konflik kerja Generasi Baby Boomers dan Milenial pada karyawan PT. Pelindo Persero Regional 1 Cabang Belawan. Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.31289/jsa.v3i1.3720
Hasan, Z. (2025). Mekanisme penyelesaian sembambangan pada masyarakat Lampung Sai Batin di Desa Padang Manis, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Jurnal Ilmiah Penelitian Multidisiplin, 3(6), 50–57. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1548
Heriyanto, P. (2020). Thematic analysis sebagai metode menganalisa data untuk penelitian kualitatif. Anuva, 2(3), 317–324.
Indrayanto, M. A. (2023). Dinamika tradisi sebambangan dalam perkawinan masyarakat adat Lampung Pepadun (Studi di Desa Lehan Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur) [Tesis]. Universitas Lampung.
Ishak, M., Baydhowi, B., Mahfud, M., & Mas'odi. (2025). Gen Z dalam dunia pendidikan. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1), 328–338. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i1.3351
Kurniasih. (2014). Persepsi masyarakat pendatang terhadap adat sembambangan Lampung di Lingkungan III Celikah Lampung Tengah. Jurnal Kultur Demokrasi, 2.
McCrindle, M. (2024). Generational diversity in the workplace: Understanding X, Y, and Z. McCrindle Research.
Mekarisce, A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102
Nabila, L. (2023). Sebambangan: Dinamika perkawinan etnis Lampung. Waqaf Ilmu Nusantara.
Nizam, N., Maulina Alviani, F., Nizam, S., & Egypt, C. (2025). The conflict between the sebambangan marriage tradition of the indigenous Lampung community and the implementation of premarital course regulations. Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 163–180.
Nurdin, E. A., Pangastuti, E. I., Wati, S. E. R., Dhayfullah, M. I., & Faizah, A. W. (2023). Analisis karakteristik perekonomian berbasis kearifan lokal pada masyarakat Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu. JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), 8(2), 124–133. https://doi.org/10.21067/jpig.v8i2.8154
Nurlita, D. 'Aina. (2025). Perkawinan dalam perspektif hukum adat Indonesia: Ragam sistem, tradisi, dan tantangan modern. 03(02), 99–116. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v3i02.448
Nurohim, Z. A. (2022). Tradisi sebambangan masyarakat adat Lampung dalam perspektif hukum Islam (Studi di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara) [Skripsi]. UIN Raden Intan Lampung.
Nurrokhmah. (2022). Persepsi antar generasi dan dinamika nilai dalam masyarakat majemuk. Jurnal Sosiologi Pendidikan Indonesia.
Pratama, H. P., Kusnadi, D. A., Devialita, J., Susilo, & Sulaksono, T. P. (2025). Pergeseran tradisi sebambangan di Menggala Tulang Bawang: Studi kasus kesalahan dalam penerapannya. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 2(2), 987–994.
Qomaruddin, Q., & Sa'diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84.
Rifanza, A., Setiawan, A. Y., & Hernanda, A. H. (2024). Persepsi Generasi Z terhadap kesenian arak-arakan kuntau di Desa Ulak Ata Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. JMEPA, 4(April), 64–77.
Romadhon, A., Khotamin, N. A., Muhklishin, A., & Nurjanah, S. (2024). Nilai-nilai tradisi pelarian (sebambangan) dalam masyarakat adat Lampung Pepadun perspektif sosiologi hukum. Bulletin of Islamic Law, 1(1), 13–22. https://doi.org/10.51278/bil.v1i1.1170
Suprianto, A., Irawan, L. Y., Ratnawati, N., Windayu, C. R., & Triningsih, L. (2025). Ketangguhan sosial-ekologis komunitas pesisir terhadap banjir: Studi adaptasi dan ketahanan di Rowoterate, Kabupaten Malang. JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), 10(2), 158–167. https://doi.org/10.21067/jpig.v10i2.12796
Syahputri. (2023). Kerangka berfikir penelitian kuantitatif. Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 2(1), 160–166.
Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum (Edisi revisi). Penerbit Andi.
Winandari, F. (2023). Praktik Sebambangan pada masyarakat adat Lampung di Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung [Skripsi].
Wulandari, T. (2023). Tinjauan fiqih munakahat terhadap tradisi ngantak salah pada perkawinan adat Lampung Pepadun (Studi di Desa Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus) [Skripsi].
Wusthofa. (2025). Praktik sebambangan pada masyarakat adat Lampung Pesisir Barat. Jurnal Hukum Adat Lampung.
Yuda, A. K., Kurniawan, P. W., & Febrianti, A. N. (2023). Pergeseran adat kawin lari atau sebambangan di Kelurahan Menggala Kota Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 5(1), 1–11.
Zahra, M. (2025). Membangun identitas nasional di tengah keragaman: Peran multikulturalisme dalam persatuan Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 3(2), 120–128. https://doi.org/10.58569/jies.v3i2.1115

