Pengukuran Topografi Untuk Pembangunan Penampungan Air Bersih (Studi Kasus: Daerah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat)

Main Article Content

Mochammad Rizky Miftah Fauzan
Jupri Jupri
Riki Ridwana

Abstract

Abstrak: Peta merupakan gambaran kecil atau miniatur kenampakan dari suatu permukaan bumi yang direpresentasikan dalam bidang datar yang meliputi kenampakan alamiah maupun buatan manusia dan memiliki ukuran yang disebut skala. Saat ini perkembangan pembangunan semakin pesat, kebutuhan peta semakin meningkat. Peta sangat penting untuk perencanaan suatu pembangunan. Belum terpetakanya sumber mata air di Rajamandala membuat pengelolaan sumber mata air di kawasan tersebut tidak efektif. Agar pengelolaanya efektif dan efisien dibutuhkan peta topografi di kawasan sumber mata air untuk digunakan sebagai rencana pembangunan penampungan sumber mata air. Peta topografi merupakan peta yang menampilkan gambaran permukaan bumi baik alamiah maupun buatan manusia dan unsur relief disajikan dalam bentuk garis kontur. Pengambilan data dalam pengukuran topografi ini menggunakan metode pengukuran terestris yang dilakukan langsung dilapangan dengan alat seperti ETS, meteran, GPS, prisma, statif, dan jalon. Pengukuran BM dilakukan dengan menggunakan GPS Handheld Trimble. Terdapat dua BM yang menjadi titik referensi pemetaan. Hasil dari pengukuran ini yaitu peta topografi skala 1: 500 yang pemanfaatnya digunakan untuk rencana pembangunan penampungan sumber mata air di Rajamandala.


Kata kunci: Peta Topografi, Pengukuran Topografi, Sumber Mata Air


Abstract: Map is a small picture or miniature of the appearance of a surface of the earth that is represented in a flat area that includes both natural and man-made, and has a measure called scale. Nowadays, current development of developmental is growing rapidly, the needs for map used are increased. Maps are a crucial things for planning a development. With the uncharted springs in Rajamandala making the management of the springs in the area ineffective. In order to be effective and efficient management, a topographic map in the spring area is needed to be used as a plan for the establishment of a spring source. Topographic map is a map that displays a picture of the earth's surface both natural and man-made and relief elements are presented in the form of contour lines. Data collection in this topographic measurement is using terrestrial measurement methods carried  out directly in the field with tools such as ETS, meter, GPS, prism, stative, and jalon.BM measurements are carried out using Trimble GPS Handhelds. There are two BMs that become the reference point for mapping. The results of this measurement are a 1: 500 scale topographic map, the use of which is used for the construction of a spring water reservoir in Rajamandala.


 Keywords: topographical map, topographical measurement, water source (springs

Article Details

How to Cite
Fauzan, M. R. M., Jupri, J., & Ridwana, R. (2021). Pengukuran Topografi Untuk Pembangunan Penampungan Air Bersih (Studi Kasus: Daerah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat). JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 6(1), 35-48. https://doi.org/10.21067/jpig.v6i1.5141
Section
Articles

References

Adi, W. T., & Aghastya, A. (2017). Use of 3D Total Station and Autocad Civil for Grading Planning. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 1(2), 149–159.

Aditya, N. (2015). Pemilihan Lokasi Sumber Mata Air untuk Pembangunan Jaringan Air Bersih Pedesaan dengan Menggunakan Metode Topsis.

Basuki, S. (2011). Ilmu Ukur Tanah (Edisi Revisi).

Hendrayana, H. (2013). HIDROGEOLOGI MATA AIR_Lecture Note (Heru Hendrayana, 2013). ResearchGate.

Hidayati, D. (2017). Memudarnya nilai kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Jurnal Kependudukan Indonesia, 11(1), 39-48.

Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata ruang air. Penerbit Andi.

Prasidya, A. S., & Rizcanofana, R. (2019). PEMETAAN TOPOGRAFI AREA LONGSOR DI JALAN HANTAR KM10 PLTA MUSI, BENGKULU MENGGUNAKAN TOTAL STATION BERBASIS REFLEKTOR. Seminar Nasional Geomatika, 3(0), 1019–1028.

Rahman, A., Nasihien, R. D., & Hardaningrum, F. (2019). Pemetaan Topografi Teristris Berbasis Sistem Informasi Geografis Menggunakan “Gps Handheld” Sebagai Acuan Pencarian Koordinat Awal (Studi Kasus: “Masterplan Sport Centre” Di Muntok, Bangka Belitung). Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan Dan Rekayasa Sipil, 2(1), 35–40.

Rassarandi, F. D. (2016). Pemetaan Situasi dengan Metode Koordinat Kutub di Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. JURNAL INTEGRASI, 8(1), 50–55.

Rudianto, B., & Azwar, R. F. (2013). Aplikasi Survei GPS dengan Metode Statik Singkat dalam Penentuan Koordinat Titik-Titik Kerangka Dasar Pemetaan Skala Besar. REKA GEOMATIKA, 1(2), Article 2.

Safii, A. N., Putra, A. A., & Gaol, Y. A. L. (2016). ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN HASIL PENGUKURAN GCP MENGGUNAKAN GPS METODE RTK-NTRIP DAN STATIK UNTUK KOREKSI CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI. Seminar Nasional Geomatika, 0(0), 101–108.

Triyono, T. (2019). PERBANDINGAN PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN MENGGUNAKAN APLIKASI AutoCAD Civil 3D DENGAN METODE BINA MARGA (Studi kasus: Ruas Jalan Bangunrejo – Wates, Provinsi Lampung). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik Sipil, 1(1), Article 1.