Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Saintifik Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis untuk Siswa Kelas V SD/MI di Kabupaten Jombang

Indra Kusuma Wardani, Galuh Tisna Widiana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) saintifik berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis. LKS dikembangkan menggunakan model 4D, yang direduksi menjadi 3D, dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Kegiatan penelitian diimplementasikandalamdua kali replikasi padapembelajaran IPA di kelas V SD Negeri Brodot I, Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukkan LKS memenuhi kriteria validitas dan ke-efektifan. Tingkat reliabilitas dan validitas LKS masing-masing menunjukkan rata-rata persentase 86,35% dan 92,64%. Kriteria saintifik menunjukkan peningkatan n-gain lebih dari 0,70 pada indikator menanya dan menanggapi pertanyaan, sedangkan nilai n-gain berkriteria tinggi untuk keterampilan berpikir kritis ditunjukkan oleh indikator analisis dan perumusan variabel percobaan. Keterbacaan LKS diukur menggunakan uji rumpang (cloze procedure) yang menunjukkan persentase 95,38%. Pada penelitian ini aktivitas siswa dominan pada kegiatan mengerjakan LKS dan melakukan percobaan ilmiah. Berdasarkan temuan-temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan layak untuk melatihkan kemampuan saintifik dan keterampilan berpikir kritis.

This research aims to develop Student Worksheet (LKS) scientifically based on indicators of critical thinking skills. LKS was developed using a 4D model, which is reduced to 3D, with a one-group pre-test post-test design design. The research activity is implemented in two replication on science lesson in Grade V of SD Negeri Brodot I, Jombang Regency. The results show that LKS meet the criteria of validity and effectiveness. The level of reliability and validity of LKS respectively shows the average percentage of 86.35% and 92.64%. The scientific criterion shows an increase of n-gain over 0.70 in the indicator of questioning and responding to the question, while the high-n-gain value for critical thinking is indicated by the analysis indicator and the formulation of experimental variables. LKS legibility was measured using a cloze test indicating a 95.38% percentage. In this study the student activity is dominant in the activities of doing the LKS and conducting scientific experiments. Based on the findings of the study it can be concluded that the developed LKS is feasible to trained scientific ability and critical thinking skills.

Keywords


LKS; saintifik; keterampilan berpikir kritis

Full Text:

PDF

References


Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Kemendikbud, (2013).PendekatanScientific (Ilmiah) dalamPembelajaran. Jakarta: Pusbangprodik. Kemendikbud, (2013).PengembanganKurikulum 2013. PaparanMendikbuddalamSosialisasiKurikulum. Jakarta: Kemendikbud. Sani, R. A. (2014). Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sugiyono.(2008). MetodePenelitianKuantitatif, Kualitatifdan R&D, Bandung; Alfabet Sukmadinata Nana Syaodih (2007), MetodePenelitianPendidikan, Bandung; Remaja Rosda Karya




DOI: http://dx.doi.org/10.21067/jbpd.v2i1.2192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN 2549-0125 (online), ISSN 2549-0117 (print)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 2.0 Generic License.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter