Penilaian AuthentikAssesment Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar

  • Dwi Agus Setiawan Universitas Kanjuruhan Malang
Keywords: Penilaian Autentik Assesment, Pembelajaran Berbahasa Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksaaan dan kendala penilaian authentic assessment guru pada pembelajaran berbahahasa Inonesia Di SDN Karangsuko 02 Kec Pagelaran kabupaten Malang pada siswa kelas III. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna kemudian ditarik kesimpulan tentang pelaksanaan penilaian Authentic Asesment siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian guru bahasa Indonesia pada pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan teknik tes, nontes (portofolio dan performansi). Kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaan penilaian autentik antara lain: (1) kesulitan dalam mengelola waktu, (2) kesulitan mengelola situasi kelas yang tidak kondusif, (3) fasilitas dan sarana prasarana yang kurang mendukung, dan (4) kurangnya penguasaan guru terhadap sistem penilaian yang dilaksanakan. Kendala-kendala ini dikarenakan penilaian autentik sangatlah kompleks yang menuntut keseimbangan penilaian antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan. The purposes of this study are to describe the process and the problem of authentic assessment by Bahasa Indonesia teacher in class III SDN Karangsuko 02 Malang. This study uses descriptive qualitative design. The subject of this study is the teacher in class III and the object is authentic assessment bahasa Indonesia teacher. The method that used in collecting data were observation method, interview and documentation. The result of this study indicated that the implementation of Bahasa Indonesia teachers’ assessment on teaching writing for grade seven in Elementary School used test technique, non-test (Portfolio and performance). The problem that faced by Indonesian teacher in authentic assessment are: (1) time management is difficult, (2) difficult in managing the class situation, (3) facilities and infrastructure that do not support completely, and (4) low ability in mastering authentic assessment. The problems occur because authentic assessment is complex, need a balance assessment between knowledge, attitude and skill

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, Suharsimi. (2005). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Djuanda, Dadan. (2008). Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia di SD. Bandung: Pustaka Latifah.
Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Program Penilaian Kelas. Jakarta: Depdiknas.
Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada (GP Press).
Mulyasa. (2010). Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah). Jakarta: Bumi Aksara.Nurgiantoro, B. (1988). Penilaian dalam Pengajaran bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: UGM Press.
Nurhadi. (1989). Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?. Bandung:Sinar Baru.
Rubin, Dorothy. (1995). Teaching Elementary Language Art-An Integrated Approach. Boston: Allyn and Bacon.
Suandi, I Nengah. (2008). Buku Ajar Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia. Singaraja: Undiksha.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Djago. (1990). Pendidikan Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Depdikbud.
Tarigan, Djago. (1991). Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wiyanto, Asul. (2000). Seri Terampil Diskusi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).
Published
2018-01-25
How to Cite
Setiawan, D. (2018). Penilaian AuthentikAssesment Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 2(1), 94-101. https://doi.org/10.21067/jbpd.v2i1.2203
Section
Articles