KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS: MODEL BRAIN-BASED LEARNING DAN DAN MODEL WHOLE BRAIN TEACHING

Main Article Content

Denna Delawati
Farida Nur Kumala

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir krtitis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Brain-Based Learning dan model Whole Brain Teaching pada muatan IPA kelas V SDN 3 Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Jenis penelitian ini adalah Pra-Eksperimental Design dengan rancangan The Static Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan adalah seluruh kelas 5A sebagai eksperimen 1 dan kelas 5B sebagai eksperimen 2. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes untuk menguji berpikir kritis siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan model Whole Brain Teaching lebih tinggi dibandingkan menggunakan model Brain-Based Learning. Data yang diperoleh menggunakan analisis Uji-t. Dari hasil Uji-t diketahui bahwa  sebesar 2,127 dan 2,122, lebih besar ttabel (> 2,020) dan nilai signifikasi 5% menunjukkan bahwa nilai 0,039 dan 0,040 (< 0,05), oleh karena itu hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan model Brain-Based Learning dan model Whole Brain Teaching pada keterampilan berpikir kritis IPA kelas V SDN 3 Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Diharapan dengan menggunakan model berbasis otak ini, siswa akan lebih mudah memahami materi dan dapat menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Article Details

How to Cite
Delawati, D., & Kumala, F. (2019). KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS: MODEL BRAIN-BASED LEARNING DAN DAN MODEL WHOLE BRAIN TEACHING. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 3(2), 9 - 14. https://doi.org/10.21067/jbpd.v3i2.3356
Section
Articles