Penerapan Teori Postmodernisme Dalam Praktik Pengawasan Hukum Administrasi Negara Studi Kasus Lembaga Ombudsman

Penerapan Teori Postmodernisme Dalam Praktik Pengawasan Hukum Administrasi Negara Studi Kasus Lembaga Ombudsman

Penulis

  • Errix Dwi Saputra Saputra Universitas Negeri Semarang
  • Salman Daffa Haykal Universitas Negeri Semarang
  • Jose Immanuel Tristan Universitas Negeri Semarang

Kata Kunci:

Ombudsman RI, Postmodernisme, Pengawas

Abstrak

Penerapan teori postmodernisme dalam praktik pengawasan hukum administrasi negara pada studi kasus lembaga Ombudsman ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Kegiatan ini terkait dengan metode pengumpulan data kepustakaan. Teori postmodernisme dapat membantu Ombudsman memahami bahwa realitas tidaklah objektif atau terukur. Pengaruh teori postmodernisme terhadap Ombudsman Republik Indonesia dapat mempengaruhi pendekatan mereka dalam melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Namun, mereka harus mempertimbangkan tantangan yang ada dan menemukan keseimbangan yang tepat antara pendekatan yang inklusif dan standar yang obyektif untuk memastikan keadilan dan kebenaran dalam pengawasan mereka.

Referensi

Adlini, M.N. dkk. (2022) “Metode PeneIitian Kualitatif studi pustaka,” Edumaspul: Jurnal

Pendidikan, 6(1), pp. 974–980, https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394.

Sujata, A. (2002) “Ombudsman indonesia di tengah ombudsman internasional.” Jakarta: Komisi Ombudsman Nasional.

Bengt Wieslander. (1999) “The Parliamentary Ombudsman in Sweden.” Sodertalje: Fringraf

Iromi Ilham, (2018) “Paradigma Postmodernisme; Solusi Untuk Kehidupan Sosial” Jurnal Sosiologi USK Volume 12, Nomor 1, Lhokseumawe.

Zakaria, F. A. (2016). Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Di Bendungan Ir. Sutami Kabupaten Malang). Jurnal Panorama Hukum, 1(1), 15-26.

Kadarsih, S. (2010). “Tugas Dan Wewenang ombudsman republik Indonesia Dalam Pelayanan Publik Menurut UU no. 37 tahun 2008.” Jurnal Dinamika Hukum, 10(2). https://doi.org/10.20884/1.jdh.2010.10.2.150

Lyotard Jean-François, & Bennington, G. (2010). “The postmodern condition: A report on knowledge.” Univ. of Minnesota Press.

Philipus M. Hadjon, et.al, 1999, “Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. (Introduction to The Indonesian Administrative Law).” Yogyakarta: Gadjah Mada Univer-sity Press.

Robbins, S.P. and Barnwell, N. (2006) “Organization theory: Concepts and cases.” Frenchs Forest, NSW, Sydney: Pearson Education.

Ryadi, A. (2019). “Postmodernisme versus modernisme.” Malang: Studia Philosophica Et Theological.

Setiawan, J., & Sudrajat, A. (2018). “Pemikiran postmodernisme Dan Pandangannya terhadap ilmu pengetahuan.” Jurnal Filsafat, 28(1), 25. https://doi.org/10.22146/jf.33296

Zakaria, F. A., Wijaya, D. I. K., & Wijaya, C. A. (2024). Efektivitas Penegakan Hukum oleh Satlantas dalam Menanggulangi Pelanggaran Lalu Lintas Anak di Kota Malang: Penegakan Hukum. Jurnal Panorama Hukum, 9(1), 97-106.

Stilt, K. and Saraçoğlu, M.S. (2018) “Hisba and Muhtasib,” The Oxford Handbook of Islamic Law, pp. 326–356. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199679010.013.9.

Wijoto, R. (2009) “Kondisi Postmodern Kesusastraan Indonesia.” Surabaya: Dewan Kesenian Jawa Timur

Diterbitkan

2024-12-27

Cara Mengutip

Saputra, E. D. S., Daffa Haykal, S., & Immanuel Tristan, J. (2024). Penerapan Teori Postmodernisme Dalam Praktik Pengawasan Hukum Administrasi Negara Studi Kasus Lembaga Ombudsman. Jurnal Panorama Hukum, 9(2), 107–121. Diambil dari http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/jph/article/view/8441

Terbitan

Bagian

Articles
Loading...