Kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada materi mekanika

Main Article Content

Ellyna Hafizah
Misbah Misbah
Syubahn Annur

Abstract

Abstract: Mechanicss is a part of learning in the basic physics course. Mechanics covers kinematics particle and dynamics particle. The materials in mechanics are the topics/ discussion which are related to human being life. Considering the characteristics of the materials in the mechanics, the problem solving ability is urgently needed to coprehend the materials. Based on this consideration, students’ problem solving ability needs to be analyzed to see the extend of the ability posses by the students to ease the learning. The subjects of the research were the natural science students of Teacher Training and Education Faculty, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. The instrument used were a test which was analyzed using the problem solving ability scoring rubric. The results showed that the students’ ability in solving mechanics material in general is good. However, the students commonly missed to check and evaluate the solution so that this step is categorized as less good.
 
Abstrak: Mekanika merupakan bagian dari pembelajaran dalam mata kuliah fisika dasar. Mekanika mencakup kinematika partikel dan dinamika partikel. Pokok bahasan dalam mekanika merupakan suatu bahasan yang sering bersinggungan dengan kehidupan mahasiswa. Melihat karakteristik materi pada mekanika ini maka kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan untuk memahami materi tersebut. Berdasarkan hal tersebut, kemampuan pemecahan masalah mahasiswa perlu untuk dianalisis sejauh mana kemampuan yang sudah dimiliki untuk lebih memudahkan suatu pembelajran. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan IPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Instrumen yang digunakan berupa tes yang kemudian dianalisis menggunakan rubrik penilaian kemampuan pemecahan masalah. Hasil data kemampuan pemecahan masalah berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa termasuk kategori baik. Namun mahasiswa sering melewatkan tahapan uji konsistensi dan koherensi serta mengevaluasi solusi sehingga pada tahap tersebut masih tergolong cukup baik. Adanya beberapa tahap yang masih tergolong cukup baik ini dapat terus ditingkatkan dengan membiasakan suatu proses pembelajaran yang berorientasi pada masalah terutama masalah nyata.
 

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /data/www/ojs3.unikama.ac.id/lib/pkp/plugins/generic/usageStats/PKPUsageStatsPlugin.inc.php on line 642

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hafizah, E., Misbah, M., & Annur, S. (2018). Kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada materi mekanika. Momentum: Physics Education Journal, 2(2). https://doi.org/10.21067/mpej.v2i2.2729
Section
Articles

References

Adair, J. (2007). Decision Making & Problem Solving Strategies. London: Kogan Page.

Aslan, A. S & Devecioglu. (2010). Student teachers’ levels of understanding and model of understanding abaout Newton’s laws of motion. Journal Asia-Pasicific Forum on Science Learning and Teaching. 11 (1), 7-10.

Dwi, I. M., Arif, H. & Sentot, K. (2013). Pengaruh Strategi Problem Based Learning Berbasis ICT terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 9: 8-17. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpfi.

Gok, Tolga & Ilhan Silay. (2008). Effects Of Problem-Solving Strategies Teaching On The Problemsolving Attitudes Of Cooperative Learning Groups In Physics Education. Journal of Theory and Practice in Education, 4 (2): 253-266. Retrieved from http://eku.comu.edu.tr/index /4/2/tgok_isilay.pdf.

Gregorcic, B., Planinsic, G. & Etkina, E. (2017). Doing science by waving hands: Talk, symbiotic gesture, and interaction with digital content as resources in student inquiry. Physical Review Physics Education Research, 13(2).

Itza-Ortiz, S. F, Rebello, S & Zoliman, D. (2004). Student’s Model of Newton’s Second Law in Mechanics and Electromagnetism. European Journal of Physics, 25 (2): 152-159.

Manalu, A. (2016). Efek Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswasma Negeri 2 Pematangsiantar. INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika), 4(2):100-105.

Meera, B. N. (2012). How do they solve it? An insight into the learner’s approach to the mechanism
of physics problem solving. Physical Review Special Topics - Physics Education Research, 8(1).

Ouattara, F & Oudraogo, O. (2012). Investigasi on Teaching and Learning Mechanics in the Terminal Scientist Classes of Burkina Faso Secondary School. International Journal of Physical and Social Sciences, 2(9): 235-241.

Rojas, S. (2010). On the Teaching and Learning of Physics Problem Solving. Revista Mexicana De Fi´Sica, 56 (1): 22–28. Retrieved from http://www.scielo.org.mx/ pdf/rmfe/v56n1/v56n1a4.pdf.

Sambada, D. (2012). Peranan Kreativitas Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika dalam Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA), 2(2).

Santrock, J. W. (2011). Educational Psychology. Library of Congress Cataloging-in-Publication Data.

Sihotang, A., & Simatupang, S. (2016). Pengaruh Model Pembelajaranberbasis Masalahmenggunakananimasiterhadapkemampuanpemecahan Masalah Fisika Siswakelas X SMA N1 Sumbul. INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika), 4(4).

Taufik, M., Sukmadinata, S., Abdulhak, I., & Tumbelaka, B. Y. (2010). Desain Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran IPA (Fisika) Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung. Berkala Fisika, 13(2), 31-44.

Zemansky & Sear. (2002). Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga.