Evaluasi Morfometrik dan Conception Rate (CR) Kambing PE yang di Inseminasi dengan Semen Pejantan Boer

Main Article Content

Inggit Kentjonowaty
Nisa’us Sholikah
Nurul Humaidah
Oktavia Rahayu Puspitarini
Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotilah
Brahmadhita Pratama Mahardhika

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk melakukan seleksi kambing PE sebagai induk yang akan dikawinkan melalui inseminasi buatan dengan semen kambing Boer melalui evaluasi morfometrik di Sleman, Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah induk kambing PE sebanyak 24 ekor. Pada penelitian ini dilakukan analisa regresi dan korelasi untuk mencari hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut, dan tinggi badan kambing PE betina terhadap bobot badannya. Setelah itu, kambing PE diinseminasi dengan semen pejantan Boer untuk mendapatkan informasi Conception rate nya. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa panjang badan, lingkar dada, lingkar perut dan tinggi badan kambing PE berkorelasi dengan bobot badannya. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut kambing PE dengan Bobot badannya sangat erat dengan nilai koefisien korelasi  R2 masing-masing 0,75; 0,75 dan 0,72 sedangkan hubungan antara tinggi badan dengan bobot badan tergolong erat yaitu dengan nilai koefisein korelasi R2 sebesar 0,50. Conseption rate hasil perkawinan kambing PE dengan pejantan Boer melalui inseminasi buatan pada peneltian ini sebesar 45,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keeratan hubungan yang tinggi antara mofometrik dan bobot badan induk kambing PE dengan keberhasilan kebuntingan sebesar 45,83%.

Article Details

How to Cite
Kentjonowaty, I., Sholikah, N., Humaidah, N., Puspitarini, O. R., Mardhotilah, A. B. A., & Mahardhika, B. P. (2023). Evaluasi Morfometrik dan Conception Rate (CR) Kambing PE yang di Inseminasi dengan Semen Pejantan Boer. Jurnal Sains Peternakan, 11(1), 1–8. https://doi.org/10.21067/jsp.v11i1.7837
Section
Articles

References

Kusuma BD dan Irmansah. 2009. Menghasilkan Kambing Etawa Jawara Kontes. Cirebon (ID) : PT AgroMedia Pustaka

Nalley WM, Handarini MR, Rizal M, Arifiantini RI, Yusuf TS, Purwantara B. 2011. Penentuan siklus estrus berdasarkan gambaran sitologi vagina dan profil hormone pada rusa timor, J. Vet. 12. 98-106.

Mahmilia F dan Tarigan A. 2004. Karakteristik morfologi dan performans kambing Kacang, kambing Boer dan persilangannya. Pros. Lokakarya Nasional Kambing Potong. Bogor, 6 Agustus 2004. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. (pp. 209-212)

Pesmen, G and M. Yardimici. 2008. Estimating the live weight using some body measurements in Saanen goats. Archiva Zootechnica, 11(4). 30-40

Rahmah, U.I.L., O. Imanudin, dan D. Permadi. 2018. Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan (Capra hircus). Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan, 6(2).180-189.

Ramdani D dan Kusmayadi. 2016.Identifikasi karakteristik sifat kuantitatif kambing peranakan etawah betina di kelompok ternak mitra usaha kecamatan samarang kabupaten garut. Journal of Animal Husbandry Science. 1(1). 24-32

Romjal E, Leo P. Batubara K, Simanuhuruk dan Elieser S. 2002. Keragaan anak hasil persilangan kambing Kacang dengan Boer dan Peranakan Etawah. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 30 September-1 Oktober 2002. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. (pp. 113-115)

Setiadi B, Subandriyo M, Martawidjaja D, Priyanto D, Yulistiani, Sartika T, Tiesnamurti B, Diwyanto K dan Praharani I. 2001. Evaluasi peningkatan produktivitas kambing persilangan. Kumpulan Hasil-Hasil Penelitian Peternakan APBN Tahun Anggaran 1999/2000. Buku I. Penelitian Ternak Ruminansia Kecil. Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. pp. 157-178.

Siregar TN, Armansyah , T Sayuti, A Syafruddin. 2010. Tampilan reproduksi kambing betina lokal yang induksi berahinya dilakukan dengan sistem sinkronisasi singkat. J. Veteriner, 11(1). 30-35.

Siregar TN, Siregar, IK Armansyah, T Syafruddin, Sayuti, A Hamdani. 2013. Tampilan reproduksi kambing local hasil induksi superovulasi dengan ektrak pituitary sapi. J Veteriner, 4(1). 91-98.

Sudiastra, I W. dan K. Budaarsa. 2015. Studi Ragam Eksterior Dan Karakteristik Reproduksi Babi Bali. Majalah Ilmiah Peternakan. 18(3).

Sutiyono B, Johari S, Kurnianto E, Ondho Y, Sutopo, Ardian Y, Kusmuhernanda A dan Darmawan. 2010. Hubungan penampilan induk anak domba dari berbagai tipe kelahiran. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 20(2). 24 -30.

Tama, W. A., M. Nasich, dan S. Wahyuningsih. 2016. Hubungan antara lingkar dada, panjang dan tinggi badan dengan bobot badan kambing Senduro jantan di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(1). 37-42.

Trisnawanto, R. Adiwinarti dan W. S. Dilaga. 2012. Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan Dombos jantan. J. Anim. Agriculture, 1(1). 653-668.

Tama W.A., M. Nasich, dan S. Wahyuningsih. 2016. Hubungan antara lingkar dada, panjang dan tinggi badan dengan bobot badan kambing Senduro jantan di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(1). 37-42.

Zein, R., dan S. N. Rahmatullah. 2020. Evaluasi Morfometrik dan Umur Kawin Pertama Kambing Peranakan Ettawa Betina di Kota Samarinda. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(2). 70-75.