BAHASA, BUDAYA, DAN IDENTITAS ORANG JEPANG DALAM NOVEL 47 RONIN KARYA JOHN ALLYN

Main Article Content

Liastuti Ustianingsih

Abstract

Di antara banyaknya nilai-nilai tradisional Jepang yang berakar dari budaya luhur mereka, terdapat beberapa hal yang menarik untuk dipelajari seperti konsep chu, ko, giri, ninjou, gimu, dan on. Nilai-nilai itulah yang kemudian dianggap sebagai ciri khas atau identitas bangsa Jepang. Sebuah identitas yang membangun bangsa Jepang sehingga menjadi bangsa besar seperti sekarang ini. Nilai-nilai tersebut tidak hanya tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang, namun juga dalam wujud karya seni. Salah satu contohnya adalah novel “Kisah 47 Ronin” karya John Allyn. Novel ini adalah jenis novel fiksi sejarah yang ditulis berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di Jepang pada tahun 1703, dimana empat puluh tujuh ronin yang dipimpin oleh Oishi kuranosuke Yoshitaka menyerang rumah kediaman pejabat tinggi istana Kira Kozuke no Suke Yoshihisa guna membalas dendam kematian majikan mereka yang bernama Asano Takumi no Kami. Salah satu budaya Jepang yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah budaya on dan giri yang tercermin dalam bahasa didalam karya novel Kisah 47 Ronin karya John Allyn. On adalah nilai-nilai penting yang harus dipertahankan di dalam kehidupan masyarakat Jepang yang berkaitan dengan adanya jaringan hubungan kewajiban yang saling timbal balik. Karena adanya rasa berhutang budi, maka orang Jepang merasa berkewajiban untuk membalas budi baik kepada orang tua, penguasa, masyarakat, dan negara. Giri adalah hutang yang harus dibayar atau dilunasi dengan perhitungan yang pasti atas suatu kebajikan yang telah diterima oleh seseorang dan kebajikan itu harus dibayar yang mempunyai batas waktu tertentu.


 

Article Details

How to Cite
Ustianingsih, L. (2015). BAHASA, BUDAYA, DAN IDENTITAS ORANG JEPANG DALAM NOVEL 47 RONIN KARYA JOHN ALLYN. JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA, 2(1), 22-39. Retrieved from http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JIBS/article/view/848
Section
Articles

References

Takie Sugiyama Lebra. 1974. “Reciprocity and Asymmetric Principle: An Analytical Reappraisal of the Japanese Concept of On”.

Harumi Befu. 1998. Japan: an Anthropological Introduction

.Benedict. 1992. Japanese Society.

Nurgiyantoro, Burhan. 1998. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.39