Analisis Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Vitasen dengan Konsentrasi Dimethyl Sulfoxide yang Berbeda

Main Article Content

Yunita Lamunde
Aloysius Marawali
Kirenius Uly
Ni Made Paramita Setyani

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas semen beku babi landrace dalam pengencer vitasem-kuning telur (V-KT) dengan konsentrasi Dimethyl sulfoxide (DMSO) yang berbeda. Semen segar yang menjadi materi penelitian berasal dari empat ekor babi Landrace jantan berumur 2 hingga 3 tahun dan dikoleksi menggunakan metode penampungan manual (glove hand method). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terbentuk 16 percobaan. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah: P1=V-KT+ 3% DMSO, P2=V-KT+ 6% DMSO, P3=V-KT+9% DMSO dan P4=V-KT+ 12% DMSO. Semen setelah dibekukan disimpan didalam nitrogen cair bersuhu sangat rendah, yaitu -196℃. Evaluasi terhadap kualitas semen beku dilakukan 24 jam setelah pembekuan. Hasil analisis data penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan P1 dengan penambahan 3% DMSO memiliki nilai yang tinggi yaitu, motilitas (32,32±2,98%), viabilitas (64,46±6,38%), abnormalitas (9,27±1,68%) dan nilai recovery rate (40,39%). Disimpulkan bahwa penambahan DMSO 3% dalam pengencer V-KT mampu mempertahankan motilitas  setelah thawing yaitu 32,32±2.98%.

Article Details

How to Cite
Lamunde, Y., Marawali, A., Uly, K., & Setyani, N. M. P. (2025). Analisis Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Vitasen dengan Konsentrasi Dimethyl Sulfoxide yang Berbeda. Jurnal Sains Peternakan, 13(2), 63–70. https://doi.org/10.21067/jsp.v13i2.12174
Section
Articles

References

Adu, A. A., Nalley, W. M., Bette, Y. Y., dan Uly, K. (2024). Perbandingan Kualitas Semen Babi Landrace Dalam Pengencer Beltsville Tthawing Solution Dengan Atau Tanpa Plasma Semen Dengan Penambahan Ekstrak Etanol Daun Kelor ( Moringa oleifera Lam ). Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora. 7(6), 105–114.

Afiati, F., Yulnawati, Y., Riyadi, M., dan Arifiantini, R. I. I. S. (2015). Spermatozoa abnormality with different semen collection frequency in ram. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(3), 930–934.

Banamtuan, A. N., Nalley, W. M., dan Hine, T. M. (2021). Kualitas Semen Cair Babi Duroc dalam Pengencer Durasperm yang Disuplementasi Air Buah Lontar dan Sari Tebu. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 16(1), 41–48. https://doi.org/10.31186/jspi.id.16.1.41-48

Fafo, M., Hine, T. M., dan Nalley, W. M. (2016). Pengujian efektivitas ekstrak daun kelor dalam pengencer sitrat-kuning telur terhadap kualitas semen cair babi landrace. Jurnal Nukleus Peternakan, 3(2), 184–195.

Hine, T. M., Uly, K., Nalley, W. M., dan Armadianto, H. (2019). Kualitas Sperma Beku Sapi Bali dalam Pengencer Air Kelapa Modifikasi dengan Berbagai Aras Dimethyl Sulfoxide. Jurnal Veteriner, 20(1), 93–100.

Kaka, A. (2020). Karakteristik dan Daya Fertilitas Spermatozoa Babi Peranakan Landrace. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 22(3), 277. https://doi.org/10.25077/jpi.22.3.277-283.2020

Kopa, M. D., Marawali, A., Telupere, F. M. S., dan Kune, P. (2024). Pengaruh Level Fruktosa Dalam Pengencertris-Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace. Jurnal Transformasi Humaniora, 7(8).

Lin, H., Nie, S., Wu, P., Yuan, M., Yu, M., dan Tam, V. (2025). Megaproject responsible innovation: Concept, framework, and governance. Frontiers of Engineering Management, 1–16.

Mega, Maria G, Wilmientje M. Nalley, Aloysius Marawali, H. L. L. B. (2022). Semen Beku Babi Landrace Dalam Pengencer Durasperm. Jurnal Nukleus Peternakan, 9(1), 57–65.

Marlize, S., Hine, T. M., dan Nalley, W. M. (2021). Pengaruh Waktu Ekuilibrasi Terhadap Kualitas Semen Beku Babi Landrace Dalam Pengencer Durasperm Termodifikasi. Jurnal Nukleus Peternakan, 8(2), 150–160.

Mukminat, A., dan Suharyati, S. (2014). Pengaruh Penambahan Berbagai Sumber Karbohidrat pada Pengencer Skim Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Bali. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(2), 87–92. http://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JIPT/article/view/492

Munazaroh, A. M., Wahyuningsih, S., dan Ciptadi, G. (2013). Uji Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Hasil Pembekuan The Quality Of Boer Goat Freezing Sperms Using Mr. Frosty ® With Different Andromed Diluent ® 64 Uji Kualitas Spermatozoa Kambing Boer. Jurnal Ternak Tropika, 14(2), 63–71.

Nur Jamiah Rangkuti, Tatik Suteky, dan Heri Dwi Putranto. (2021). Pengaruh Waktu Pre Freezing terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Bali di UPTD IB Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 2(1), 165–176. https://doi.org/10.47687/snppvp.v2i1.183

Standar, R., dan Indonesia, N. (2024). Semen beku – Bagian 4: Babi.

Sumardani, N., Tuty, L., dan Pollung, H. (2008). Viabilitas spermatozoa babi dalam pengencer Beltsville thawing solution (BTS) pada tiga tempat penyimpanan berbeda. Seminar Naisional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Media Peternakan, 31(3), 81–86.

Susilawati, T. (2013). Pedoman inseminasi buatan pada ternak. Universitas Brawijaya Press.

Woda, S., Kune, P., dan Marawali, A. (2024). Pengaruh Level Minyak Kelapa Murni dalam Pengencer Air Kelapa Muda Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace. Animal Agricultura 2(2), 649–657.

Yudi, Yusuf, T. L., Purwantara, B., Agil, M., Wresdiyati, T., Sajuthi, D., Aditya, Manangsang, J., Sudarwati, R., dan Hastuti, Y. T. (2010). Morfologi dan biometri spermatozoa anoa (Bubalus sp.) yang diwarnai dengan pewarna William;s dan Eosin-Nigrosin. Media Peternakan, 33(2), 88–94. https://doi.org/10.5398/medpet.2010.33.2.95

Yusuf, T., Arifiantini, R., Dapawole, R., dan Nalley, W. (2017). Kualitas Semen Beku Babi dalam Pengencer Komersial yang Disuplementasi dengan Trehalosa. Jurnal Veteriner, 18(1), 69–75. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.1.69