Efek Suplementasi Sari Buah Timun (Cucumis sativus) dalam Pengencer Tris-Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Persilangan Landrace X Duroc
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan sari buah timun (SBT) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc. Materi penelitian ini menggunakan semen segar ternak babi persilangan landrace x duroc dengan umur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan sehingga mendapatkan 30 unit percobaan. Adapun perlakuan tersebut adalah: T-KT (P0), T-KT+SBT 2% (P1), T-KT+SBT 4% (P2), T-KT+SBT 6% (P3), T-KT+SBT 8% (P4), T-KT+SBT 10% (P5). Seluruh perlakuan disimpan di dalam cool box suhu 15-20ºC dan dievaluasi setiap 12 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu: motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Pada jam ke-48 penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) menghasilkan nilai motilitas spermatozoa 55,00%, viabilitas spermatozoa 67,50%, abnormalitas spermatozoa 4,70%, dan daya tahan hidup spermatozoa 56,24 jam. Disimpulkan bahwa penambahan sari buah timun 8 persen ke dalam pengencer Tris-kuning telur dapat menghasilkan kualitas semen babi persilangan landrace x duroc yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arifiantini R. I. 2012. Teknik koleksi dan evaluasi semen pada hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Audia R. P., Salim M. A., Isnaini N., dan Susilawati T. 2017. Pengaruh perbedaan kematangan air kelapa hijau sebagai bahan pengencer yang ditambah 10% kuning telur terhadap kualitas semen cair kambing Boer. Ternak Tropika Journal of Tropical Animal Production, 18(1), 58–68.
Barth A. D., dan Oko R. J. 1989. Abnormal morphology of bovine spermatozoa. Ames: Iowa State University Press. Vol. 285
Barek M. E., Hine TM., Nalley WM., dan Belli HL. 2020. Pengaruh Penambahan Sari Wortel Dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Bligon. Jurnal Nukleus Peternakan, 7(2), 109-117.
Bebas W., dan Gorda W. 2016. The addition of astaxanthin on sperm diluents phosphate eggyolk of various poultry can protect quality of pig sperm during storage. Jurnal Veteriner, 17(4), 484–491.
Butta C. A., Gaina C. D., dan Foeh N. D. F. K. 2021. Motilitas dan viabilitas spermatozoa babi dalam pengencer air kelapa-kuning telur ayam kampung. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1), 1–14.
Djita F. K., Nalley WM., Hine TM dan Marawali A. 2021. Pengaruh penambahan ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pengencer tris-kuning telur terhadap kualitas spermatozoa sapi bali pada penyimpanan in vitro. Jurnal Nukleus Peternakan, 8(2), 92–100.
Farman E., Uly K., Setyani N. M. P dan Marawali A. 2024. Pengaruh Level Sukrosa dalam Pengenceran Tris-Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Babi Landrace. Jurnal Sains Peternakan, 12(2), 126–134.
Febriany A., Qisthon A., Muhtarudin M dan Siswanto S. 2024. Efektivitas substitusi soybean meal dan mineral organik Zn dan Cr terhadap kualitas mikroskopis spermatozoa kambing rambon. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 8(2), 241–247.
Foeh N. D. F. K., Gaina C., Pandarangga P., Datta F. U., Tohpianong T. C dan Deta H. U. 2024. Kualitas extender komersial yang dikombinasikan filtrat naga merah (Hylocereus polyhizus) terhadap Semen Babi Landrace di Daerah Semiringkai. Jurnal kajian veteriner, 12(2), 190–198.
Gundogan M., Yeni D., Avdatek F dan Fidan A. F. 2010. Influence of sperm concentration on the motility, morphology, membrane and DNA integrity along with oxidative stress parameters of ram sperm during liquid storage. Animal Reproduction Science, 122(3–4), 200–207.
Henning H., Nguyen Q. T., Wallner U dan Waberski D. 2022. Temperature limits for storage of extended boar semen from the perspective of the sperm’s energy status. Frontiers in Veterinary Science, 9, 1-12.
Herdiawan I. 2004. Pengaruh laju penurunan suhu dan jenis pengencer terhadap kualitas semen beku domba Priangan. Jitv, 9(2), 98–107.
Hine TM, Burhanuddin, Marawali A. 2014. Efektivitas air buah lontar dalam mempertahankan motilitas, viabilitas dan daya tahan hidup spermatozoa sapi bali. Jurnal Veteriner, 15(2), 263–273.
Kaka A. 2020. Karakteristik dan daya fertilitas spermatozoa babi peranakan landrace. Jurnal Peternakan Indonesia, 22(3), 277–283.
Kopa M. D., Marawali A., Telupere F. M dan Kune P. 2024. Pengaruh Level Fruktosa Dalam Pengencertris-Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace. Jurnal Transformasi Humaniora, 7(8), 57-65.
Nabilla A., Arifiantini R. I dan Purwantara B. 2018. Kualitas semen segar sapi bali umur produktif dan non-produktif serta penentuan konsentrasi krioprotektan dalam pengencer tris kuning telur. Jurnal Veteriner, 19(2), 242–250.
Nadja Y. R., Gaina C. D., Foe N. D. F. K dan Tophianong T. C. 2019. Hubungan Ukuran Testis terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Babi Landrace dan Babi Duroc. Jurnal Kajian Veteriner, 186–190.
Naing S. W., Wahid H., Azam K. M., Rosnina Y., Zuki A. B., Kazhal S., Bukar M. M., Thein M., Kyaw T., dan San M. M. 2010. Effect of sugars on characteristics of Boer goat semen after cryopreservation. Animal Reproduction Science, 122(1–2), 23–28.
Pasyah, B. I., Rosadi, B., dan Darmawan, D. 2022. Pengaruh penyimpanan pada suhu 5oc terhadap motilitas, persentase hidup (viabilitas) dan abnormalitas semen sapi simmental. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 24(1), 11–18.
Potret, S. P., Marawali, A., Riwu, A. R., dan Kune, P. 2024. Kombinasi Sari Buah Semangka dalam Pengencer Kuning Telur dan Larutan Tris Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace. Animal Agricultura, 2(2), 593-601.
Purnomo R., Santoso M dan Heddy, S. 2013. The effect of various dosages of organic and inorganic fertilizers on plant growth and yield of cucumber ( Cucumis Sativus L .). Jurnal Produksi Tanaman, 1(3), 93–100.
Riyadhi M., Arifiantin R. I dan Purwantara B. 2012. Korelasi morfologi abnormalitas primer spermatozoa terhadap umur pada beberapa bangsa sapi potong. Agroscientiae, 19(2), 110–115.
Rizal M dan Thahir M. 2016. Daya Hidup Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa yang Dipreservasi dengan Berbagai Jenis Pengencer. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 3(3), 25-72.
Standar Nasional Indonesia. 2023. SNI 8034 : 2023 Semen Cair Babi. https://nakeswan.bsi p.pertanian.go.id/berita/sni-8034-2023-semen-cair-babi. (diakses pada 12 Februari 2025)
Susilawati T., Isnaini N., Yekti A. P. A., Nurjannah, I dan Errico E. 2016. Keberhasilan inseminasi buatan menggunakan semen beku dan semen cair pada sapi peranakan ongole. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(3), 14–19.
Vernino Y. N., Riwu A. R., Setyani N. M. P dan Marawali A. 2025. Pengaruh Penambahan Air Tebu Kedalam Pengencer Tris Kuning Telur Ayam Terhadap Kualitas Semen Cair Babi Persilangan Landrace Dan Duroc. Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science), 9(1), 188–196.
Waberski D., Riesenbeck A., Schulze M., Weitze K. F dan Johnson L. 2019. Application of preserved boar semen for artificial insemination: Past, present and future challenges. Theriogenology, 137, 2–7.
