Aplikasi Sari Lidah Buaya dalam Pengencer Sitrat-Kuning Telur untuk Meningkatkan Kualitas Semen Babi Persilangan Landrace-Duroc

Main Article Content

Desmon Gono Ate
Aloysius Marawali
Thomas Mata Hine
Agustinus Ridlof Riwu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari lidah buaya (SLB) pada pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen babi persilangan landrace-duroc. Penelitian ini menggunakan semen segar yang di koleksi dari satu ekor babi persilangan landrace-duroc yang berumur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat tiga puluh unit percobaan. Adapun perlakuan tersebut adalah: S-KT (P0), S-KT+SLB 2% (P1), S-KT+SLB 4% (P2), S-KT+SLB 6% (P3), S-KT+SLB 8% (P4), S-KT+SLB 10% (P5). Seluruh perlakuan disimpan dalam cool box dengan suhu 15-20ºC. Evaluasi motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan SLB 4% pada jam penyimpanan ke-48 memberikan hasil terbaik (P 0,05), dengan nilai motilitas spermatozoa 51,00%, viabilitas spermatozoa 64,10%, abnormalitas spermatozoa 5,90%, dan daya tahan hidup spermatozoa 54,60 jam. Disimpulkan bahwa penambahan sari lidah buaya ke dalam pengencer sitrat-kuning telur dapat mempertahankan kualitas semen babi persilangan landrace-duroc yang lebih optimal, dengan level sari lidah buaya terbaik adalah 4%

Article Details

How to Cite
Ate, D. G., Marawali, A., Hine, T. M., & Riwu, A. R. (2025). Aplikasi Sari Lidah Buaya dalam Pengencer Sitrat-Kuning Telur untuk Meningkatkan Kualitas Semen Babi Persilangan Landrace-Duroc. Jurnal Sains Peternakan, 13(2), 107–116. https://doi.org/10.21067/jsp.v13i2.12234
Section
Articles

References

Afiati, F., Yulnawati, M. R., dan Arifiantini, R. I. (2015). Abnormalitas spermatozoa domba dengan frekuensi penampungan berbeda. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(4), 930–934.

Arifiantini, R. I., dan Ferdian, F. (2006). Tinjauan Aspek Morfologi dan Morfometri Spermatozoa Kerbau Rawa (Bubalus Bubalis) yang Dikoleksi dengan Teknik Masase. IPB (Bogor Agricultural University).

Barth, A. D., dan Oko, R. J. (1989). Abnormal morphology of bovine spermatozoa. Vol. 285. Ames: Iowa State University Press.

Bebas, W., Buyona, G. L., dan Budiasa, M. K. (2016). Penambahan Vitamin E Pada Pengencer BTS Terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Babi Landrace Pada Penyimpanan 15oC. Buletin Veteriner Udayana, 8(1), 1 – 7.

Bebas, W., dan Gorda, W. (2016). The addition of astaxanthin on sperm diluents phosphate eggyolk of various poultry can protect quality of pig sperm during storage. Jurnal Veteriner, 17(4), 484-491 (ref 34).

Blegur, J., Nalley, W. M., dan Hine, T. M. (2020). Pengaruh Penambahan Virgin Coconut Oil Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali Selama Preservasi. Jurnal Nukleus Peternakan, 7(2), 130–138.

Butta, A., Gaina, C., dan Foeh, N. (2021). Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa-Kuning Telur Ayam Kampung. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1), 1–13.

Depkes, R. I. (2009). Profil kesehatan indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, 200.

Fadlilah, U., Arifin, M., dan Nugrahini, Yoshepine, L. R. E. (2021). Kualitas Spermatozoa Ayam Kampung Dalam Pengencer Larutan Lidah Buaya, Glukosa Dan Natrium Klorida Fisiologis. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Agribisnis Peternakan (STAP), 8, 70–75.

Firdausi., P. A., Susilawati., T., & Wahyuningsih., S. (2014). Kualitas semen sapi limousin selama pendinginan menggunakan pengencer Cep-2 dengan penambahan berbadai konsentrasi santan. J. Ternak Tropika, 15(1), 21–30.

Garner, D. L., dan Hafez, E. S. E. (2000). Spermatozoa and seminal plasma. Reproduction in Farm Animals, 96–109.

Gena, M. G. G., Foeh, N. D. F. K., dan Gaina, C. D. (2019). Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Sebagai Antioksidan Dalam Pengencer Semen Babi Landrace Berbasis Air Buah Lontar. Jurnal Veteriner Nusantara, 3(2), 168–175.

Hine, T. M., Burhanuddin., dan Marawali, A. (2014). Efektivitas Air Buah Lontar dalam Mempertahankan Motilitas, Viabilitas dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Sapi Bali. Jurnal Veterinal, 15(2), 263–273.

Hoesni F. (2016). Efek Penggunaan Susu Skim Dengan Pengencer Tris. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 16(3), 46–47.

Lawa, A. B., Hine, T. M., dan Nalley, W. M. (2021). Pengaruh Penambahan Virgin Coconut Oil, Minyak Ikan dan Minyak Zaitun dalam Pengencer Tris terhadap Kualitas Semen Cair Babi Landrace. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 16(2), 135–141.

Loka, K., Nalley, W. M., dan Kune, P. (2024). Pengaruh Kombinasi Pengencer Susu Kacang Kedelai Sangrai dan Sitrat Modifikasi terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace. Animal Agricultura, 2(1), 407–416.

Lubis, T. M., Thasmi, C. N., dan Akbar, dan T. (2013). Efektifitas Penambahan Vitamin C Dalam Pengencer Susu Skim Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer setelah Penyimpanan Dingin. Jurnal S. Pertanian, 3(1), 347–361.

Ndeta, A. K., Belli, H. L. L., dan Uly, K. (2015). Pengaruh sari wortel dengan level yang berbeda pada pengencer sitrat kuning telur terhadap motilitas, viabilitas, derajat keasaman spermatozoa babi landrace. Jurnal Nukleus Peternakan, 2(2), 117–128.

Nugraheni, T., Astirin, O. P., dan Widiyani, T. (2003). The effect of vitamin C toward the improvement of spermatogenesis and spermatozoa quality on mice (Mus musculus L.) after the addition of tobacco extract (Nicotiana tabacum L.). Biofarmasi Journal of Natural Product Biochemistry, 1(1), 13–19.

Putra, I. M. H., Bebas, W., dan Budiasa, I. M. K. (2019). Pengaruh Frekuensi Penampungan Semen Terhadap Konsentrasi Dan Abnormalitas Spermatozoa Burung Puyuh (Coturnix Japonica). Buletin Veteriner Udayana, 21, 58.

Rhoyan, Y. H., Lestari, T. D., dan Setiawan, R. (2014). Kualitas semen cair dingin domba garut pada tiga jenis larutan pengencer. Jurnal Ilmu Ternak, 14(1), 63–67.

Standar Nasional Indonesia. (2023). SNI 8034:2023 Semen Cair Babi.

Susilawati, T., Wahyudi, F. E., Anggraeni, I., Isnaini, N., dan Ihsan, M. N. (2016). Penggantian Bovine Serum Albumin Pada Pengencer Cep-2 Dengan Serum Darah Sapi Dan Putih Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Sapi Limousin Selama Pendinginan. Jurnal Kedokteran Hewan - Indonesian Journal of Veterinary Sciences, 10(2), 98–102.

Waluwanja, Y., Umbu, D., Nalley, W. M., dan Hine, T. M. (2019). Efektivitas Berbagai Konsentrasi Minyak Zaitun Ekstra Virgin (Oleum Olivae) dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Babi duroc. Jurnal Nukleus Peternakan, 6(2), 55–62.

Yani, A., dan Nuryadi, T. P. (2001). Pengaruh Tingkat Substitusi Santan Kelapa Pada Pengencer Santan Kelapa Terhadap Kualitas Semen Kambing Peranakan Etawa (PE). Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya.