KUALITAS SPERMATOZA SAPI PERANAKAN ONGOLE DALAM PENGENCER AIR KELAPA SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 4-5 OC

  • Dedi Muhammad Animal Husbandry Faculty of Brawijaya University
Keywords: air kelapa, motilitas, viabilitas, semen cair

Abstract

Pengencer air kelapa adalah pengencer semen alternatif yang dibuat dengan bahan baku lokal dan murah. Penelitihan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatoza sapi PO (Peranakan Ongole) dalam pengencer air kelapa selama penyimpanan pada suhu 4-5 oC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan dan Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, pada bulan Maret hingga April 2018. Penelitian ini menggunakan metode percoboaan dengan rancangan acak kelompok (RAK). Terdapat 3 perlakukan, P1 = Pengencer air kelapa + 20% kuning telur, P2 = Pengencer air kelapa + 20% kuning telur + 0,4% putih telur + fruktosa 0,01 gr/ml. P3 = Pengencer air kelapa + 20% kuning telur + 0,4% putih telur + fruktosa 0,02 gr/ml dengan 10 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas spermatozoa antara pengencer pengencer air kelapa (P1, P2, P3) selama peyimpana suhu 4 – 5 oC.

References

Adnani, Luh P. D. H, W. Bebas, M. K. Budiasa. 2012. Penambahan bovine serum albumin pada pengencer kuning telur terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa anjing. Indonesia Medicus Veterinus, 1(4), 519 – 529.

Audia, R. P., M. A. Salim, N. Isnaini dan T. Susilawati. 2017. Pengaruh perbedaan kematangan air kelapa hijau sebagai bahan pengencer yang ditambah 10% kuning telur terhadap kualitas semen cair kambing Boer. Jurnal Ternak Tropika, 18(1), 58-68.

Ax, R., M. Dally, B. Didion, R. Lenz, C. Love, D. Varner, Hafez, and M. Bellin. 2008. Semen Evaluation. In Reproduction in Farm Animal (7th edition). Edited by Hafez, E.S.E. Co. Director. Reproductive Health Kiawah Island. South Carolina. USA: 365-370.

Ducha, N., T. Susilawati, Aulanni’am, dan S. Wahjuningsih. 2013. Motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Limousin selama penyimpanan pada refrigerator dalam pengencer CEP-2 dengan suplementasi kuning telur. Jurnal Kedokteran Hewan, 7(1), 5-8.

Dwitarizki, N. D, Ismaya, dan Asmarawati W. 2015. Pengaruh pengenceran sperma dengan air kelapa dan aras kuning telur itik serta lama penyimpanan terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa domba Garut pada penyimpanan 5°C. Buletin Peternakan, 39(3), 149-156.

Farapati dan S. Sayogo. 2014. Air kelapa muda pengaruhnya terhadap tekanan darah. Cermin Dunia Kedokteran, 41(12), 896-900.

Garner, D.L. and E.S.E. Hafez. 2008. Spermatozoa and Seminal Plasma. In Reproduction in Farm Animals (7th edition). Edited by E.S.E Hafez and B. Hafez. 2008. Lippincott & Williams. Baltimore, Marryland. USA: 96-109.

Hafez, E.S.E. 2008. Preservation and Cryopreservation of Gamet and Embryos. In Reproduction in Farm Animal. E.S.E. Hafez and B. Hafez (editors) 7th Edition. Blackwell Publishing: 431-442.

Herdiawan, I. 2004. Pengaruh laju penurunan suhu dan jenis pengencer terhadap kualitas semen beku domba Priangan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 9(2), 98-107.

Indriani, T. Susilawati dan S. Wahyuningsih. 2013. Daya hidup spermatozoa sapi limousin yang dipreservasi dengan metode water jacket dan free water jacket. Jurnal Veteriner September, 14 (3), 379-386.

Ismaya. 2014. Bioteknologi Inseminasi Buatan pada Sapi dan Kerbau. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. ISBN 979-420-848-5.

Kewilaa, A. I., Y. S. Ondho, dan E. T. Setiatin. 2014. Efisiensi penambahan kuning telur dalam pembuatan pengencer air kelapa-kuning telur terhadap kualitas spermatozoa pada semen cair Domba Ekor Tipis (DET). Agrilan, 2(2), 1-12.

Kurniawan, I.Y., F. Basuki, dan T. Susilawati. 2013. Penambahan air kelapa dan gliserol pada penyimpanan sperma terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ikan Mas (Cyprinus carpio). Journal of Aquaqulture Management and Technology, 2(1), 51-56.

Muhammad, D., T. Susilawati, S. Wahjuningsih. 2016. Pengaruh penggunaan CEP-2 dengan suplementasi kuning telur terhadap kualitas spermatozoa sapi FH (Frisian Holstein) kualitas rendah selama penyimpanan suhu 4-5oC. Jurnal Ternak Tropika, 17(1), 66-76.

Nikbakht, R. and N. Saharkhiz. 2011. The influence of sperm morphology, total motile sperm count of semen and the number of motile sperm inseminated in sperm samples on the success of intrauterine insemination. International Journal of Fertility and Sterility, 5(3), 168-173.

Pereira, G.R., E.G. Becker, L.C. Siqueira, R. Ferreira, C.K. Severo, V.S. Truzzi, J.F.C. Oliveira, and P.B.D. Goncalves. 2010. Assesment of bovine spermatozoa viability using different cooling protocols prior to cryopreservation. Italian Journal of Animal Science, 9(4), 234-237.

Salim, M. A., T. Susilawati, S. Wahjuningsih. 2012. Pengaruh metode thawing terhadap kualitas semen beku sapi Bali, sapi Madura dan sapi PO. Jurnal Agripet, 12(2), 14-19.

Susilawati, T. 2011. Spermatology. Universitas Brawijaya (UB) Press. Malang. ISBN 978-602-8960-04-5.

Susilawati, T. 2013. Pedoman Inseminasi Buatan pada Ternak. Universitas Brawijaya (UB) Press. Malang. ISBN 978-602-203-458-2.

Susilawati, T., D. Ratnawati, N. Isnaini, Kuswati and A. P. A. Yekti. 2018. Character of liquid semen motility in various diluents on Balinese cattle during cold storage. Asian Journal of Microbiology, Biotechnology & Environmental Sciences, 20 (1), 166-172.

Vigliar R., V. L. Sdepanian, U. Fagundes-Neto. 2006. Biochemical profile of coconut water from coconut palms planted in an Inland Region. Jornal de Pediatria, 82 (4), 308-312.

Published
2018-12-29
How to Cite
Muhammad, D. (2018). KUALITAS SPERMATOZA SAPI PERANAKAN ONGOLE DALAM PENGENCER AIR KELAPA SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 4-5 OC. Jurnal Sains Peternakan, 6(2), 1-9. Retrieved from http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/jsp/article/view/2731