Pengaruh penambahan sari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kadar lemak, kadar air, kadar abu, daya mengikat air, dan nilai ph dari yogurt susu sapi

  • Sjaloom Ester Sakul Universitas Brawijaya Malang
  • Djalal Rosyidi Universitas Brawijaya Malang
  • Lilik Eka Radiati Universitas Brawijaya Malang
  • Purwadi Purwadi Universitas Brawijaya Malang

Abstract

ABSTRAK                 Sari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) mengandung karbohidrat yang dapat menjadi bahan penstabil alami dari  yogurt susu sapi yang berguna untuk kesehatan karena mengandung probiotik. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan sari jamur tiram putih terhadap kadar lemak, kadar air, kadar abu, daya mengikat air, dan nilai pH dari yogurt susu sapi. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Perlakuan yang ditambahkan yaitu penambahan sari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) sebanyak 0% (P0), 1% (P1), 2% (P2), 3% (P3). Hasil penelitian menunjukkan kadar air, nilai pH dan kadar abu tidak terdapat perbedaan yang nyata antar  rata-rata  perlakuan (P>0.05) sedangkan kadar lemak, daya ikat air terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan (P<0.05). Kesimpulan dari penelitian adalah Yogurt susu sapi dengan penambahan sari jamur tiram putih sebesar 3% memiliki kualitas yang paling baik sebagai produk pangan fungsional.   ABSTRACT  White oyster mushroom extract (Pleurotus ostreatus) contains carbohydrates which can be a natural stabilizer of yogurt for cow's milk which is useful for health because it contains probiotics. The purpose of the study was to analyze the effect of the addition of white oyster mushroom juice on fat content, water content, ash content, water binding power, and pH value of cow's milk yogurt. The experimental design uses a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, if there is an effect of treatment followed by the smallest real difference test (BNT). The treatment added was the addition of white oyster mushroom extract (Pleurotus ostreatus) by 0% (P0), 1% (P1), 2% (P2), 3% (P3). The results showed that the water content, pH value and ash content were not significantly different between treatment averages (P> 0.05) while fat content, water binding capacity had significant differences between treatments (P <0.05). The conclusion of the study is that cow's milk yogurt with the addition of white oyster mushroom juice by 3% has the best quality as a functional food product.

References

Afriani. 2010. Pengaruh Starter Bakteri Asam Laktat Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum Terhadap Total Bakteri Asam Laktat, Kadar Asam, dan Nilai pH Dadih Susu Sapi. Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan Mei, 2010, Vol XIII, No. 6 : 279-285.

AOAC, 2005. Analysis of Official Analytical Chemistry Methodes. 18th. Ed. Washington DC.

Ermina S., S. Novita., R. Yanti. 2014. Kajian Pembuatan Yoghurt dari Berbagai Jenis Susu dan Inkubasi Yang Berbeda Terhadap Mutu Dan Daya Terima. Jurnal Skala Kesehatan. Vol. 5. No. 1

Hafsah dan Astriana. 2012. Pengaruh Variasi Starter Terhadap Kualitas Yogurt Susu Sapi. Jurnal Bionature, Vol. 13. No. 2. Hal 96-102.

Lisko, D.J., G. P. Johnston and C. G. Johnston. 2017. Effects of Dietary Yogurt on the Healthy Human Gastrointestinal. J. Microorganisme 5 (6): 1-16.

Nitschke, J., H. Modick., E. Busch., V. Rekowski., R.W. Altenbach., H.J. Molleken. 2011. A new colorimetric method to quantify β-1,3-1,6-glucans in comparison with total β-1,3-glucans in edible mushrooms. Food Chem. 127(2):791-6.

Standart Nasional Indonesia (SNI). 2009. SNI 2981:2009. Yogurt. Badan Standarisasi Nasional (BSN), Jakarta.

Steel, R.D.G and Torrie. 2010. Prinsip dan Prosedur Statistik (Suatu Pendekatan Biomatrik). Terjemahan Bambang Sumantri. Gramedia Jakarta.

Tamin A. Y. and R. K. Robinsson. 2001. Yoghurt Science And Tecnology. Oxford. Pergamon Press Ltd.

Widyastuti N., T. Baruji., R. Giarni, H. Isnawan., P. Wahyudi., Donowati. 2011. Analisa Kandungan Betaglukan Larut Air Dan Larut Alkali Dari Tubuh Buah Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Dan Shiitake (Lentinus edodes). Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Vol.13 No.3(182-191).

Widiyaningsih, E. N. 2011. Peran Probiotik Untuk Kesehatan. J. Kesehatan 4(1): 14-20.

Published
2019-06-30
How to Cite
Sakul, S., Rosyidi, D., Radiati, L., & Purwadi, P. (2019). Pengaruh penambahan sari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kadar lemak, kadar air, kadar abu, daya mengikat air, dan nilai ph dari yogurt susu sapi. Jurnal Sains Peternakan, 7(1), 41-46. https://doi.org/10.21067/jsp.v7i1.3610