Substitusi limbah ulat hongkong (Tenebrio molitor) sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan (pbb) kelinci pedaging

Main Article Content

Tri Ida Wahyu Kustyorini
Yohanes Siep
Enike Dwi Kusumawati

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi limbah ulat hongkong sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi dan Pertambahan Bobot Badan (PBB) kelinci pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci sebanyak 12 ekor, limbah ulat hongkong, kangkung kering dan konsentrat. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah P0:Kontrol (Konsentrat 60%+Hijauan 40%), P1:Limbah Ulat 20%+Konsentrat 40%+Hijauan 40%, P2:Limbah Ulat 40%+Konsetrat 20%+Hijauan 40%, P3:Limbah Ulat 60%+Hijauan 40%, dan Pemberian air secara ad libitum. Variabel yang diamati dalam  penelitian ini adalah konsumsi Bahan Kering (BK), konsumsi Bahan Organik (BO), dan Pertambahan Bobot Badan (PBB). Data yang diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, apabilah terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi limbah ulat hongkong pada konsentrat memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BK, BO, dan PBB. Konsumsi BK tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 153,77 g/ekor/hari, konsumsi BO tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 132,44 g/ekor/hari, dan PBB tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 18,66 g/ekor/hari.          Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa subtitusi limbah ulat hongkong sebesar 20% sebagai pengganti konsentrat memberikan nilai terbaik terhadap peningkatan bobot badan (PBB) kelinci.

Article Details

How to Cite
Kustyorini, T. I. W., Siep, Y., & Kusumawati, E. D. (2020). Substitusi limbah ulat hongkong (Tenebrio molitor) sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan (pbb) kelinci pedaging. Jurnal Sains Peternakan, 8(2), 138–145. https://doi.org/10.21067/jsp.v8i2.5209
Section
Articles

References

Aguilar-Miranda, E. D., Lopez. M. G, Escamilla-Santana, C., & de la Rosa, A. P. B., 2002.Characteristics of Maize Flour Tortilla Supplemented with Ground Tenerbrio Molitor Larvae. J. Agric.Food Chem, 50(i.), pp.1.92- 195.

Anggorodi, R., 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia. Jakarta.

Anonimous, 2007. Budidaya ternak kelinci. Tentang peternakan. www.ristek.go.id

Blakely, J dan D.H Bade, 1998. Ilmu Peternakan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Bosco, A. D., C. Castellini, and M. Bernardini. 2001. Nutritional quality of rabbit meat as affected by cooking procedure and dietary vitamin E. Journal of food science Vol. 66, No. 7.

Brahim, T., S.T. Mbap, Z. Russom, S.D. Abdul and M.S. Ahmed. 2007. Genetic analysis of meat production traits of rabbits in Dagwom Farms, Vom, Nigeria. Livestock Research for Rural Development. Volume 19

Ensminger, M.E., J.E. Oldfield dan W.Heinemann. 1990. Feeds and Nutrition. 2nd Ed. The Ensminger Publishing Co., Clovis.

Hwang, J.K. and Shin, H.H, 2001. Rheological Properties of Chitosan Solutions.In: Korea-Australia Rheology Journal. (12); 175-179.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas Indonesia Press, Jakarata.

Poewardi, B. 2006 Jurnal: Slow Release Pupuk Cair NPK Dengan Membran Komposit Selulosa-Kitason. Malang F-MIPA Universitas Brawijaya

Prawirodigdo, S., D.M. Yuwono dan D. Andayani. 1995. Substitusi Bungkil Kedelai dengan Bungkil Biji Kapok (Ceiba petandra) dalam Ransum Kelinci Sedang Tumbuh. Jurnal Ilmiah Ternak Klepu. Balitbang Pertanian. Deptan 1 (3) : 26 – 31.

Prihartini 2012, Saatnya Beralih Mengkonsumsi Daging

Kelinci,diakses September 2013, <http://www.politikindonesia.com/

index.php?k= wawancara&i = 39843-Prihartini % 20 Mulyawati: % 20 Saatnya % 20Beralih %

Rismana, B E. 2002. Serat Kitosan Mengikat Lemak. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi, Jakarta. www.kompascybermedia/IPTEK.

Robert, G. A. F,. 1978. Chitin Chemistry. Notthingham Politechnic. Mc Milan.

Sangare, N., O. M. Ariff, S. Moin and F. Dahlan. 1992. Breed Differences Rabbit. In: Proceeding 2nd Symposium of Malaysia Society of Applied Biology. Selangor. Malaysia.

Sarwono, B., 2003. Kelinci Potong dan Hias. AgroMedia Pustaka. Jakarta

Soeparno,2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gajamada University Perss. Yogyakarta.

Suhartono, M. T. 2006. Pemanfaatan kitin, kitosan dan kitooligosakarida. http://ptp2007.wordpress.com/2007/11/29/pemanfaatan-kitosan/[25 Maret 2009].

Sulistriyanti. 2000. Pengaruh Aras Undegraded Protein dan Pakan terhadap Konsumsi, Kecernaan Nutrien dan Kadar Metabolit Darah Sapi Perah PFH. Tesis S2. Program Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.