Model Pendidikan Nilai Budaya Lamaholot Dalam Ritus Lodong Ana’

Main Article Content

Vinsensius Crispinus Lemba
Agnes Ona Bliti Puka
Irene Evi Krismawati
Germana Oreng Ritan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menganalisis model pendidikan nilai budaya Lamaholot dalam ritus lodong ana’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dan dilakukan di Kawaliwu, Desa Sinar Hading, Kabupaten Flores Timur. Subjek penelitian ini adalah para tokoh adat dari tiga Suku Raja Tua dan para ema nimu sebagai pelaku ritus lodong ana’.  Teknik pengumpulan data menggunakan participant observation, yang terdiri atas analisis dokumen, wawancara terfokus pada informan kunci, keterlibatan langsung, pengamatan, dan introspeksi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman, yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai utama budaya Lamaholot dalam ritus lodong ana’ adalah nilai religius, moral, dan sosial. Penginternalisasian nilai menggunakan metode berdoa, bercerita, dan bernyanyi. Sedangkan model pendidikan dalam ritus ini adalah model pendidikan nilai kuru kawak, karena kuru kawak menjadi focus dan locus pendidikan nilai. Model ini terdiri atas tiga hal, yakni: input, proses, dan output.

Article Details

How to Cite
Lemba, V. C., Puka, A. O. B., Krismawati, I. E., & Ritan, G. O. (2021). Model Pendidikan Nilai Budaya Lamaholot Dalam Ritus Lodong Ana’. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(1), 1-11. https://doi.org/10.21067/jmk.v6i1.5096
Section
Articles

References

Bebe, M. B. (2014). Panorama Budaya Lamahot. Larantuka: YPPS Press.

Bure Bao, M. V. (2014). Tari Hode Ana’ Dalam Upacara Ritual Lodong Ana’ Suku Liwun, Etnik Lewolema. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Bustan, F. (2005). Wacana Budaya Tudak dalam Ritual Penti pada Kelompok Etnik Manggarai di Flores Barat: Sebuah Analisis Linguistik Kebudayaan. Disertasi. Denpasar: Program Pascasarjana Udayana.

Fardus. (2010). Model Pendidikan Nilai Sosial Budaya dalam Keluarga dan Lingkungan Manusia Bajo di Bajoe. Jurnal Educationist. .

Fathurrohman, M. (2015). Budaya Religius Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.

Hidayat, O. S. (2014). Metode Pengembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama. Jakarta: Universitas Terbuka.

Hindaryatiningsih, N. (2016). Model Proses Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Tradisi Masyarakat Buton. Jurnal Sosiohumaniora.

Hurit, V. T. (2020, Juni 6). Metode Internalisasi Nilai Budaya Lamaholot. (G. O. Ritan, Interviewer)

Khaironi, M. (2018). Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age Hamzanwadi University.

Koten, M. H., & Ritan, E. B. (2020, Juni 6). Nilai dalam Ritus Lodong Ana. (G. O. Ritan, & I. E. Krismawati, Interviewers)

Liwun, M. U., Hurit, M. L., & Koten, D. D. (2020, Juni 3). Model Pendidikan Nilai Budaya Lamaholot. (V. C. Lemba, & A. O. Puka, Interviewers)

Makhmudah, S. (2020). Penanaman Nilai Keagamaan Anak Melalui Metode Bercerita. Jurnal Pendidikan Agama Islam.

Masitoh. (2014). Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Muiz, A. (2009). Makna Simbol Ritual dalam Ritual Agung Sejarah Agung Ngaji Rasa di Komunitas Bumi Segandu Dermayu. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga .

Mulyana, R. (2011). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.

Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Putri, H. (2017). Penggunaan Metode Cerita untuk Mengembangkan Nilai Moral Anak TK/SD. Muallimuna.

Rahayu, dkk. (2014). Model Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Jawa Melalui Pemanfaatan Upacara Ritual. Jurnal Ilmu Komunikasi.

Ratih, D. (2019). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Misalin Di Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Jurnal Istoria.

Salim dan Safitri. (2018). Salim, Rose Mini Agoes dan Shahnaz Safitri. (2018). Pengasuhan Anak Usia 0-12 Bulan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Salim, Rose Mini Agoes dan Shahnaz Safitri. (2018). Pengasuhan Anak Usia 0-12 Bulan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,.

Sauri, S.; A. Hufad. (2010). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Setiantono, T. (2012). Penggunaan Metode Bercerita Bagi Anak Usia Dini di PAUD Smart Little Cilame Indah Bandung. Jurnal Empowerment.

Sudiarja, dkk., eds. (2006). Karya Lengkap Driyarkara. Esai-Esai Filsafat Pemikir Yang Terlibat Penuh Dalam Perjuangan Bangsanya. Jakarta: Gramedia.

Suhupawati. (2017). Upacara Adat Kelahiran Sebagai Nilai Sosial Budaya Pada Masyarakat Suku Sasak Desa Pengadangan. Jurnal Fajar Historia .

Susilawati. (2014). Penerapan Metoda Bernyanyi Dalam Meningkatkan Kecerdasan Berbahasa Pada Pendidikan Anak Usia Dini . Jurnal Empowerment.

Usman, I. (2015). Bunga Rampai Dari Internalisasi Nilai Budaya Hingga Pembauran Antar Etnik . Yogyakarta: Kepel Press.

Zubaedi. (2019). Optimalisasi Peranan Ibu dalam Mendidik Karakter Anak Usia Dini pada Zaman Now. Al Fitrah-Journal of Early Childhood Islamic Education .