Analisis Keberadaan Hidden Curriculum dalam Pengembangan Delapan Belas Karakter Bangsa pada Siswa Sekolah Dasar

Main Article Content

Lisye Salamor
Samuel Patra Ritiauw

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keberadaan hidden curriculum  dalam  pengembangan delapan belas karakter bangsa  pada  peserta didik di sekolah dasar di Kota Ambon, dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian pada  SD Kristen 2 Waimahu sebagaimana temuan baik kepala sekolah, guru dan peserta didik sebagai subjek, menggambarkan keberadaan hidden curriculum dalam pengembangan karakter bangsa berpusat pada kemitraan antara sekolah dan keluarga. Dalam keberadaannya di sekolah telah terintegrasi dalam perencanaan program semester, implementasi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Ada faktor penghambat yaitu kurangnya intensitas komunikasi orang tua sebagai bagian dari pendukung karakter peserta didik. Dua dari delapan belas karakter yang harus dikembangkan oleh kedua sekolah  yaitu karakter  mandiri dan karakter peduli lingkungan. Terdapat pendapat berbeda oleh  orang tua, dimana hasil temuan menunjukkan bahwa buku komunikasi peserta didik  hanya formalitas. Kondisi ini menunjukan ketidakseriusan sekolah dalam mengupayakan pengembangan karakter peserta didik, dengan demikian sekolah dan keluarga harus membangun kemitraan secara terpadu dan berkesinambungan.

Article Details

How to Cite
Salamor, L., & Ritiauw, S. P. (2021). Analisis Keberadaan Hidden Curriculum dalam Pengembangan Delapan Belas Karakter Bangsa pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(1), 34-43. https://doi.org/10.21067/jmk.v6i1.5550
Section
Articles

References

Ali, J. H., & Sd, S. P. (2019). Peranan Kepala Sekolah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru Mata Pelajaran IPA Pada SDN Roja 1 Ende. 3(1), 50–56.

Alsubaie, M. A. (2015). Hidden curriculum as one of current issue of curriculum. Journal of Education and Practice, 6(33), 125–128. www.iiste.org

Bujuri, D. A. (2018). Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia Dasar dan Implikasinya dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Literasi, IX(1), 37–50

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and acti: A social cognitive theory.

Basyiruddin, M., Rukayah, & Roemintoyo. (2020). Teaching Strategies as a Powerful Hidden Curriculum: A Review Study. 397 (Iclique 2019), 765–769. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200129.096

Bujuri, D. A. (2018). Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia Dasar dan Implikasinya dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Literasi, IX(1), 37–50.

Çubukçu, Z. (2012). The effect of hidden curriculum on character education process of primary school students. Kuram ve Uygulamada Egitim Bilimleri, 12(2), 1526–1534.

Erdianti. (2014). Strategi Kepala Sekolah Sebagai Supervisor dalam Mengembangkan Kompetensi Profesional Guru. Jurnal Al-Ta,Dib, 7(1), 37–53.

Furkan, N. (2014). The Implementation of Character Education through the School Culture in Sma Negeri 1 Dompu and Sma Negeri Kilo Dompu Regency. Journal of Literature and Linguistics, 3(April 2009), 14–44.

Hilda Taba. (1962). Curriculum Development Theory and Practice. Harcourt, Brace & World,INC.

Ipekel, I. I., & Şahin, H. (2019). Hidden Curriculum Scale In Teacher Education: A Scale Development Study. European Journal of Education Studies, 6(4), 323–337. https://doi.org/10.5281/zenodo.3354576

Li, H. (2019). The Significance and Development Approaches of Hidden Curriculum in College English Teaching. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 286(Seiem 2018), 262–265.

Lisye Salamor. (2015). Pengembangan Model pembelajaran Classroom Community partnership pada siswa sekolah dasar di Kota Ambon. Universitas Pendidikan Indonesia.

Lord, R. (2017). Hidden Curriculum in Relation to Local Conditions in Fiji. European Journal of Education, 3(5), 454–466. https://doi.org/10.5281/zenodo.555175

Maria, R. E., & Jonathan, T. (2013). Urie Bronfenbrenner’ s Theory of Human Development : Its Evolution From Ecology to Bioecology. Journal of Family Theory & Review, 5 (December), 243–258. https://doi.org/10.1111/jftr.12022

Mujahidah. (2015). Implementasi Teori Ekologi Bronfenbrenner dalam Membangun Pendidikan Karakter yang Berkualitas. Lentera, IXX(2), 171–185.

Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Republik Indonesia No 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Saylor, J. G., Alexander, W. M., & Lewis, A. J. (1981). Curriculum planning for better teaching and learning (4th ed.). Holt, Rinehart, & Winston.

Thomas Lickona. (1991). Educating For Character (Mendidik untuk membentuk Karakter Bagaimana Sekolah Dapat Mengajarkan Sikap Hormat dan Tanggung Jawab (Edisi Pertama).

Widodo, S. A., Pangesti, A. D., Kuncoro, K. S., & Arigiyati, T. A. (2020). Thinking Process of Concrete Student in Solving Two-Dimensional Problems. Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2), 117–128.

Yohanes, N., Salamor, L., & Cindy Semahurua. (2020). Peran Keluarga dan Pemerintah Negeri Passo dalam Mendisiplinkan Jam Belajar Anak. Pedagogika: Jurnal Pedagogik Dan Dinamika Pendidikan, 8(2), 140–148.