Analisis Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Ponorogo

Main Article Content

Siti Nur Hidayatush Sholikah
Sekar Kinasih Ningrum Prambudi
Muhammad Yusuf Effendi
Lucky Safira
Ninda Alwinda
Ryan Setiaji

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam geologi yang apabila terjadi dapat menimbulkan korban jiwa serta kerugian material yang sangat banyak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyatakan bahwa Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi terjadi longsor. Salah satu longsor yang paling banyak memakan korban terjadi di Kecamatan Pulung tepatnya di Desa Banaran. Longsor pada tanggal 1 April 2017 tersebut telah menyebabkan kematian sedikitnya 2 orang, 1 orang luka berat, 19 luka ringan, 26 orang hilang dan 300 warga terpaksa harus mengungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana masyarakat Desa Banaran dalam menghadapi bencana tanah longsor. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan adat menggunalan kuesioner serta analisis data dilakukan berdasarkan indeks kesiapsiagaan yang kembangkan oleh LIPI-UNESCO Tahun 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Desa Banaran berada dalam kategori siap. Dimana dalam aspek kesiagsiagaan pengetahuan dan sikap (knowledge and attitude) dengan presentasi 90,06% dalam kategori sangat siap, perencanaan tanggap darurat (emergency planning) dengan presentasi 96,19% dalam kategori sangat siap, sistem peringatan (warning system) dengan presentasi 93,91 dalam kategori sangat siap dan mobilitas sumberdaya (resourches mobilitation capacity) dengan presentasi 88,40 % dalam kategori sangat siap. Sedangkan mitigasi struktural dengan presentasi 67,09 % dalam kategori siap dan mitigasi bencana non struktural dengan presentasi 80,74 dalam kategori sangat siap.


Abstract: Landslides is geological natural disaster whichcan cause huge casualties and material losses. The National Disaster Management Agency (BNPB), states that Ponorogo Regency is one of the districts in East Java that has the potential for landslides. One of the landslides that claimed the most casualties occurred in Pulung District, Banaran Village. The landslide on April 1 2017 caused the death of at least 2 people, 1 person was seriously injured, 19 slightly injured, 26 people were missing and 300 residents were forced to flee. This study aims to determine the level of disaster preparedness and mitigation of the people of Banaran Village in the face of landslides. The method used is a quantitative research method with data collection was using a questionnaire and deep interview. Data analysis carried out based on the preparedness index developed by LIPI-UNESCO in 2006. The results showed that disaster preparedness and mitigation in Banaran Village were in the ready category. Where in the awareness aspect, knowledge and attitude with a presentation of 90.06% in the very ready category, emergency planning with a presentation of 96.19% in the very ready category, warning system with a presentation of 93, 91 in the very ready category and resource mobility (resourches mobilitation capacity) with a presentation of 88.40% in the very ready category.


 


 

Article Details

How to Cite
Hidayatush Sholikah, S. N., Prambudi, S. K. N., Effendi, M. Y., Safira, L., Alwinda, N., & Setiaji, R. (2021). Analisis Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Ponorogo. JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 6(1), 81-90. https://doi.org/10.21067/jpig.v6i1.5278
Section
Articles

References

Arifanti, Y. (2012). Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini. 66(57), 37–39.
Astuti, R. (2016). Peranan Sistem Informasi Geografis Dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor. Media Informatika STIMIK LIKMI, 5(3), 112–126. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.16705.97128
Cutter, L.S., Boruff, B.J. and Shirley, W.L., 2003. “Social Vulnerability to Environmental Hazards”. Social Science Quarterly, 84. 242-261.
Faizana, F., Nugraha, A. L., & Yuwono, B. D. (2015). Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 223–234.
Koesuma, S., Saido, A. P., & Fukuda, Y. (2016). Risk analysis of landslide disaster in Ponorogo, East Java, Indonesia. Journal of Physics: Conference Series, 776(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/776/1/012123
Muriyatmoko, D., Utama, S. N., Pradhana, F. R., Umami, J., Rozaqi, A. J., & Setyaningrum, H. (2019). Landslide prediction model of prone areas in Pulung, Ponorogo East Java. Procedia Computer Science, 161, 747–755. https://doi.org/10.1016/j.procs.2019.11.179
Naryanto, H. S., Soewandita, H., Ganesha, D., Prawiradisastra, F., & Kristijono, A. (2019). Analisis Penyebab Kejadian dan Evaluasi Bencana Tanah Longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur Tanggal 1 April 2017. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 272. https://doi.org/10.14710/jil.17.2.272-282
Nugroho, A.C. 2007. Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Nias Selatan. MPBI-UNESCO. 2-20 April 2007.
Sudibyo, N., & Ridho, M. (2015). Pendeteksi Tanah Longsor Menggunakan Sensor Cahaya. Jurnal Teknologi Informasi Magister Darmajaya, 1(02), 218–227.
Susanto, N., & Putranto, T. T. (2017). Analisis Level Kesiapan Warga Menghadapi Potensi Bencana Longsor Kota Analisis Level Kesiapan Warga Menghadapi Potensi Bencana Longsor Kota Semarang. Jurnal Teknik Undip, 2(February), 54–58. https://doi.org/10.14710/teknik.v37i2.9815
Wimbardana, R., & Sagala, S. A. (2013). KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA LAHAR DINGIN GUNUNG MERAPI. Jurnal Bumi Lestari, 13(June)