Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Sekolah Menegah Kejuruan Swasta Kelas XI

  • Marsianus Mansen

Abstract

Dunia pendidikan akhir-akhir ini menghadapi persoalan yang kompleks, terutama  dalam hal penanaman nilai-nilai moral. Merebaknya isu-isu moral  di kalangan remaja seperti, penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), tawuran, pornografi, pemerkosaan, merusak milik orang lain, perampasan, penipuan, penganiayaan, perjudian, pelacuran, dan pembunuhan, sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Untuk mengatasi persoalan tersebut yaitu untuk memperbaiki moral siswanya. Masalah dalam penelitian ini adalah Strategi penanaman nilai-nilai moral pada siswa SMKS. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Strategi penanaman nilai-nilai moral pada siswa SMKS,sudah berjalan cukup baik. Dengan menggunakan pendekatan yang baik oleh guru terhadap anak didiknya, strategi yang di gunakan melalui mata pelajaran PPKn,Agama,Pengembangan diri,budaya sekolah, penguatan positif dan negative,Seperti siswa selalu datang tepat waktu kesekolah dan  bertutur kata yang baik terhaap sesama temanya, Memberikan salam kepada bapak dan ibu guru sa,at mereka berada di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Pendekatan moral kognitif dilakukan dengan melakukan diskusi kelompok,. Nilai moral yang ditanamkan pada anak didik seperti, religius, jujur,tanggung jawab toleransi, disiplin,demokrasi. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa strategi penanaman nilai moral  pada siswa SMKS ,sudah berjalan cukup baik, walaupun didalam proses pelaksanaanya masih ada hambatan.

References

Amsal Bakhtiar. 2007. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Budi Hardiman dkk. 2005. Terorisme, Definisi, Aksi dan Regulasi. Jakarta: Imparsial.

Daniel Brugman, Maja Dekovi´c, Lenny van Rosmalen, Peter van der Laan dan John C. Gibbs and Geert Jan Stams. 2006. The Moral Judgment of Juvenile Delinquents: A Meta-Analysis. Springer US. Journal of Abnormal Child Psychology 5, 697-713.

F. Warsito Djoko. 2011. Logika. Jakarta: Indeks.

Jurriaan De Haan. 2006. The Definition of Moral Dilemmas: A Logical Problem. Springer US. Journal Ethical Theory and Moral Practice. 4 (3), 267-284.

Lawrence Kohlberg. 1995. Tahap – Tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Marion E. Smith. 1978. Moral Reasoning: its Relation to Logical Thinking and Role-Taking. Journal of Moral Education. 8 (1), 41-49.

Mirra Noor Milla. 2008. Heuristic Bias In The Process Of Evaluating And Deciding On Terrorism Strategie”. HIMPSI. Jurnal Psikologi Indonesia. 1, 9-21.

Mundiri. 2003. Logika. Jakarta: PT Raja Grafido Persada.

Neil J. Smelser and Faith Mitchell. 2001. Terrorism Perspectives From The Behavioral. And Social Sciences. Washington DC: The National Academies Press.

Ormord, Jeanne Ellis. 2000. Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang. Bandung: Media Sasana.

Piaget, Jean. 1931. The Moral Judgment of Child. london: kegan Paul, Trench, Trubner.

Poedjawijata, R. I. 2000. Logika Filsafat Berpikir. Jakarta: Rineka Cipta.

Poespoprodjo, W, Gilarso. 2006. Logika Ilmu Menalar Dasar-Dasar Berpikir Tertib, Logis, Kritis, Analitis, Dialektis. Jakarta: Pustaka Grafika

Rapar Jan Hendrik. 2005. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Soekadijo, R.G. 1991. Logika Dasar Tradisional, Simbolik, Dan Induktif. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Walter Lacquer. 1977. Terrorism, Boston: Little

Published
2018-09-05
How to Cite
Mansen, M. (2018). Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Sekolah Menegah Kejuruan Swasta Kelas XI. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 3(1), 29-38. https://doi.org/10.21067/jmk.v3i1.2646
Section
Articles